Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

30.000 Pasukan Rusia Ikuti Latihan Militer dengan Belarusia di Tengah Ketegangan Ukraina

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 10 Februari 2022 |16:25 WIB
30.000 Pasukan Rusia Ikuti Latihan Militer dengan Belarusia di Tengah Ketegangan Ukraina
Kendaraan militer terihat dalam latihan militer bersama angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia Wilayah Brest, Belarus, 3 Februari 2022. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW - Rusia dan Belarusia telah memulai 10 hari latihan militer bersama di tengah ketegangan yang memuncak di perbatasan Ukraina dan kekhawatiran akan terjadinya invasi. Belarusia adalah sekutu dekat Rusia dan memiliki perbatasan panjang dengan Ukraina.

Amerika Serikat (AS) menyebut latihan militer itu sebagai langkah “peningkatan ketegangan”, sementara Ukraina menyebutnya seabagai “tekanan psikologis”, demikian diwartakan BBC.

BACA JUGA: Paus Sebut Perang Adalah Kegilaan, Dukung Dialog untuk Akhiri Konflik Ukraina-Rusia 

Meski telah mengerahkan lebih dari 100.000 tentaranya di perbatasan, Rusia berulangkali mengatakan tidak memiliki rencana untuk menyerang Ukraina. Namun, AS dan sekutu Baratnya memperingatkan bahwa serangan bisa datang kapan saja.

Moskow mengatakan tidak dapat menerima bahwa Ukraina suatu hari nanti dapat bergabung dengan aliansi pertahanan Barat NATO dan telah menuntut agar kemungiinan itu dikesampingkan. Moskow telah mendukung pemberontakan bersenjata di Ukraina timur sejak 2014.

Sekira 30.000 tentara Rusia diperkirakan akan ambil bagian dalam latihan dengan Belarusia. Ini diyakini sebagai pengerahan tentara terbesar ke Belarusia sejak Perang Dingin.

Pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko adalah sekutu kuat Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin mendukung Lukashenko setelah pemilihan yang disengketakan pada 2020 yang menyebabkan protes.

Seorang juru bicara Kremlin menggambarkan latihan bersama sebagai serius, mengatakan Rusia dan Belarus sedang "dihadapkan dengan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Pembicaraan diplomatik yang bertujuan meredakan ketegangan di wilayah tersebut diharapkan terjadi di seluruh Eropa pada Kamis (10/2/2022). Pembicaraan ini akan mencakup Rusia dan Ukraina bersama dengan Prancis dan Jerman, yang dikenal sebagai kuartet Normandia.

Ada beberapa saran bahwa fokus baru pada apa yang disebut perjanjian Minsk, yang berusaha untuk mengakhiri konflik di Ukraina timur, dapat digunakan sebagai dasar untuk meredakan krisis saat ini.

Ukraina, Rusia, Prancis dan Jerman mendukung kesepakatan pada 2014-2015.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement