PASUKAN khusus AS Navy SEAL, merupakan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat. Untuk bergabung kedalam Navy SEAL, ada satu tes yang dikenal sebagai "pekan neraka".
(Baca juga: Nah Lho! 2 Anggota Navy SEAL Diduga Cekik Pasukan Khusus AS hingga Tewas)
Pasukan elite ini juga telah menjalankan misi penting, di antaranya operasi "Neptunus Spear" oleh Navy SEAL tahun 2011 untuk memburu dan menangkap Osama bi Laden di Pakistan.
Kemudian operasi "Red Wing" di Afghanistan, operasi "Just Cause" yang menangkap presiden Panama Antonio Noriega karena diduga terlibat dalam perdagangan narkoba, operasi di perang Vietnam, dan lainnya.
Oleh karena itu, untuk menjadi seorang prajurit Navy SEAL dibutuhkan ketahanan fisik yang luat biasa. Selama lima setengah hari, mereka yang ingin menjadi bagian dari elit Korps Marinir SEAL itu harus melalui salah satu tes terberat dalam militer AS.
(Baca juga: Perang Pecah, Rudal Hipersonik Zicron Rusia Mampu Ratakan Ukraina Dalam Sekejap)
Tes ini menjadi pembuktian para prajurit layak menjadi salah satu pasukan terbaik di dunia ini, SEAL, kelompok tentara yang didedikasikan untuk tugas-tugas paling berbahaya, seperti operasi penangkapan Osama bin Laden pada tahun 2011.
Prajurit Meninggal saat Pelatihan
Tahapan ini telah menimbulkan kekhawatiran karena dikaitkan dengan setidaknya dua kematian para calon.
Media AS beberapa waktu lalu melaporkan kematian Kyle Mullen, seorang kandidat berusia 24 tahun, yang meninggal pada 4 Februari setelah dirawat di rumah sakit California.
Pemuda itu "berhasil menyelesaikan" pelatihan "pekan neraka", kata Angkatan Laut dalam sebuah pernyataan.
"Sejauh ini penyebab kematiannya tidak diketahui dan penyelidikan sedang dilakukan," kata lembaga itu, yang melaporkan bahwa kandidat lain dirawat di rumah sakit.
Angkatan Laut AS menegaskan, tidak ada calon yang secara aktif berlatih ketika mereka "melaporkan gejala" yang membuat mereka dirawat.
Sebelumnya, terdapat dua calon SEAL lainnya yang meninggal pada tahun 2016.
Satu orang karena tenggelam saat "pekan neraka" - yang awalnya memunculkan tuduhan pembunuhan oleh seorang instruktur - dan satu lagi bunuh diri setelah mengundurkan diri dari pelatihan karena menghabiskan lebih dari 50 jam tanpa tidur.
Tapi seperti apa pelatihan keras ini, yang mendorong para peserta hingga berada pada batas ketahanan mereka?
Secara teknis, tes "pekan neraka" dikenal sebagai BUD/S atau SEAL Basic Underwater Demolition Training.