Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Negara yang Pernah Berkonflik dengan Rusia

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Sabtu, 12 Februari 2022 |07:03 WIB
3 Negara yang Pernah Berkonflik dengan Rusia
Militer Rusia (Foto: Reuters)
A
A
A

RUSIA telah beberapa kali mengalami konflik dengan berbagai negara. Terbaru adalah konflik dengan Ukraina, yang digadang-gadang dapat memicu terjadinya Perang Dunia ketiga.

Untuk mencegah kemungkinan ini terjadi, banyak pihak yang kini tengah berusaha untuk mendamaikan keadaan. Berikut adalah beberapa negara yang pernah memiliki konflik dengan Rusia:

• Ukraina

Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina memang telah terjadi beberapa kali. Ukraina merupakan bagian dari Rusia sebelum terjadinya Revolusi Rusia pada Februari 1917.

Baca Juga:  30.000 Pasukan Rusia Ikuti Latihan Militer dengan Belarusia di Tengah Ketegangan Ukraina

Sejak berpisahnya Ukraina dari wilayah Rusia, telah terjadi beberapa konflik antara kedua negara. Terbaru, disebabkan oleh berkumpulnya 100.000 tentara Rusia di perbatasan Rusia-Ukraina dan Crimea.

Hal ini memicu timbulnya rasa takut masyarakat setempat bahwa Rusia akan memulai perang baru dengan Ukraina. Pihak Rusia sendiri awalnya membantah tuduhan invasi ini. Namun, pada Januari 2022, telah ada lebih dari 127 ribu pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.

Baca Juga: Rusia Nyatakan Bersedia Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan, Ini Syaratnya

Negara tersebut juga mengirimkan banyak rudal taktis-operasional Iskander ke perbatasan, serta meningkatkan aktivitas intelijen terhadap Ukraina. Selain itu, Rusia juga telah mengosongkan kantor kedutaan mereka di Ukraina, memperburuk dugaan invasi yang beredar. 

Padahal, banyak pihak yang telah mengeluarkan ultimatum keras untuk Rusia jika terus melancarkan invasi pada Ukraina. Utusan Rusia dan Ukraina sendiri telah berkomitmen menjaga gencatan senjata di wilayah Ukraina timur pada Rabu 26 Januari 2022.

• Amerika Serikat

Hubungan Rusia dan Amerika Serikat dikabarkan memanas sejak Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Vladimir Putin, Presiden Rusia, seorang pembunuh di sebuah wawancara. Sebelumnya, Biden telah menjelaskan maksud dari perkataannya tersebut, yang diterima oleh Putin.

Namun, pada April 2021, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada Rusia dan mengusir 10 orang diplomatnya sebagai balasan atas perkataan mereka dalam pilpres Amerika Serikat. Sebagai gantinya, Rusia juga mem-blacklist sejumlah pejabat keamanan senior dan 10 orang diplomat Amerika Serikat untuk pergi dari negara mereka paling lambat tanggal 21 Mei 2021.

• China

Rusia dan China pernah mengalami konflik yang dilandasi oleh memburuknya hubungan antara China dan Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Pada 1961, komunis Tiongkok mengatakan bahwa Uni Soviet merupakan penghianat.

Puncak dari konflik ini terjadi pada akhir 1960-an dan terus berlanjut hingga tahun 1980-an. Perpecahan ini berujung dengan turut terpecahnya gerakan komunis internasional.

Selain itu, konflik lain adalah konflik perbatasan yang disebabkan oleh pembagian wilayah perbatasan antara kedua negara tersebut. Perang terbesar terjadi pada Maret 1969 di Pulau Zhenbao atau dikenal sebagai Pulau Damanskii di Rusia. Runtuhnya Uni Soviet membuat pulau ini jatuh ke wilayah China.

Dilansir dari berbagai sumber/Andin Danaryati/Litbang MPI

*dilansir dari berbagai sumber,
Andin Danaryati/Litbang MPidilansir dari berbagai sumber,Andin Danaryati/Litbang MPi

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement