Share

Sejarah 12 Februari: Mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic Diadili Atas Kejahatan Perang dan Genosida

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 12 Februari 2022 01:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 18 2545923 sejarah-12-februari-mantan-presiden-yugoslavia-slobodan-milosevic-diadili-atas-kejahatan-perang-dan-genosida-NApq5fpHyK.jpg Mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic di persidangan (Foto: AFP)

BELANDA - Pada 12 Februari 2002, mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic diadili di Den Haag, Belanda, atas tuduhan genosida dan kejahatan perang di Bosnia, Kroasia dan Kosovo.

Milosevic bertindak sebagai pengacara bagi dirinya sendiri untuk persidangan yang berkepanjangan, yang berakhir tanpa putusan. Sampai pada suatu hari Milosevic yang dijuluki "Jagal dari Balkan" ditemukan tewas pada usia 64 tahun karena serangan jantung di sel penjaranya pada 11 Maret 2006.

Yugoslavia, yang terdiri dari Kroasia, Montenegro, Slovenia, Serbia, Bosnia-Herzegovina dan Makedonia, menjadi republik federal, dipimpin oleh pemimpin Komunis Marsekal Tito, pada 31 Januari 1946. Tito meninggal pada Mei 1980. Lalu Yugoslavia, bersama dengan komunisme, runtuh pada dekade berikutnya.

Baca juga: Serbia di Bawah Pimpinan Sekutu Slobodan Milosevic

Milosevic, lahir pada 20 Agustus 1941, bergabung dengan Partai Komunis pada usia 18 tahun. Dia menjadi Presiden Serbia pada 1989. Pada 25 Juni 1991, Kroasia dan Slovenia mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Yugoslavia dan Milosevic mengirim tank ke perbatasan Slovenia, memicu perang singkat yang berakhir dengan pemisahan diri Slovenia.

Baca juga: PBB Jatuhkan Hukuman Penjara Seumur Hidup terhadap Penjahat Perang Bosnia

Di Kroasia, pertempuran pecah antara Kroasia dan etnis Serbia. Lalu Serbia mengirim senjata dan pasokan medis ke pemberontak Serbia di Kroasia. Pasukan Kroasia bentrok dengan tentara Yugoslavia pimpinan Serbia dan pendukung Serbia mereka. Diperkirakan 10.000 orang tewas dan ratusan kota Kroasia dihancurkan sebelum gencatan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditetapkan pada Januari 1992.

Pada Maret 1992, Bosnia-Herzegovina mendeklarasikan kemerdekaannya. Milosevic pun mendanai pemberontakan Serbia-Bosnia berikutnya, memulai perang yang menewaskan seorang diperkirakan 200.000 orang, sebelum kesepakatan damai yang ditengahi Amerika Serikat (AS) dicapai di Dayton, Ohio, pada 1995.

Sementara itu, di Kosovo, provinsi Serbia yang sebelumnya otonom, pasukan pembebasan bentrok dengan Serbia dan tentara Yugoslavia dikirim. Di tengah laporan bahwa Milosevic telah meluncurkan kampanye pembersihan etnis terhadap etnis Albania di Kosovo, pasukan NATO melancarkan serangan udara terhadap Yugoslavia pada 1999.

Milosevic pun dianggap tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga sebagai Presiden Serbia. Namun dia keukeuh dan mengangkat dirinya sebagai Presiden Yugoslavia pada 1997. Setelah kalah dalam pemilihan presiden pada September 2000, dia menolak untuk menerima kekalahan sampai protes massa memaksanya untuk mengundurkan diri pada bulan berikutnya.

Dia didakwa melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dan akhirnya menyerah kepada otoritas Serbia pada 1 April 2001, setelah kebuntuan selama 26 jam. Juni itu, dia diekstradisi ke Belanda dan didakwa oleh pengadilan kejahatan perang PBB. Milosevic meninggal di selnya karena serangan jantung sebelum persidangannya dapat diselesaikan.

Pada Februari 2003, Serbia dan Montenegro menjadi negara persemakmuran dan secara resmi menghapus nama Yugoslavia. Pada Juni 2006, kedua negara mendeklarasikan kemerdekaan mereka satu sama lain.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini