JAKARTA – Para penyelidik militer Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa kemungkinan besar pasukan AS bertanggung jawab atas serangan di sebuah sekolah perempuan di Iran yang menewaskan puluhan anak pada Sabtu (28/2/2026). Namun, penyelidik belum mencapai kesimpulan akhir atau menyelesaikan investigasi, demikian menurut dua pejabat AS kepada Reuters.
Reuters tidak memperoleh rincian lebih lanjut tentang penyelidikan tersebut, termasuk bukti yang mendukung penilaian sementara, jenis amunisi yang digunakan, siapa yang bertanggung jawab, atau alasan AS mungkin menyerang sekolah tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Rabu (4/3/2026) mengakui bahwa militer AS sedang menyelidiki insiden tersebut.
Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim karena membahas masalah militer sensitif, tidak menutup kemungkinan munculnya bukti baru yang membebaskan AS dari tanggung jawab dan menunjukkan pihak lain sebagai pelaku.