Share

AS Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp201 Triliun ke Indonesia

Agregasi VOA, · Sabtu 12 Februari 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 12 18 2546221 as-setujui-penjualan-senjata-senilai-rp201-triliun-ke-indonesia-pOJCPRHOe6.jpg Ilustrasi senjata (Foto: Anadolu Agency)

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Kamis (10/2), menyetujui penjualan senjata senilai hampir USD14 miliar (Rp201 triliun) kepada Indonesia, ketika AS melanjutkan langkah-langkah yang diyakininya akan membantu melawan peningkatan tindakan agresif China di kawasan Indo-Pasifik.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penjualan jet tempur canggih senilai USD13,9 miliar (Rp199 triliun) di saat Menteri Luar Negeri Antony Blinken melawat ke Australia. Kunjungan Blinken tersebut juga dimaksudkan untuk menekankan tekad AS untuk tidak membiarkan China bertindak leluasa di Pasifik, meskipun pada saat yang sama perkembangan situasi antara Rusia dan Ukraina menuntut perhatian lebih.

Baca juga: DPR AS Usul Blokir Penjualan Senjata Senilai Rp10 Triliun ke Israel

Penjualan hingga 36 jet tempur F-15, mesin dan peralatan terkait, termasuk amunisi dan sistem komunikasi kepada Indonesia ini menyusul lawatan Blinken pada pertengahan Desember tahun lalu ke Jakarta. Blinken ketika itu memuji hubungan erat AS-Indonesia meskipun terdapat masalah hak asasi manusia yang sebelumnya telah menunda penjualan senjata kepada Indonesia.

 Baca juga: Biden Hentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting, yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

"Sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan bela diri yang kuat dan efektif,” lanjutnya.

Pernyataan itu tidak menyebutkan China, tetapi pemerintahan AS berkali-kali ingin menyertakan Indonesia, negara demokrasi berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, dalam kampanye menangkal upaya China untuk meningkatkan pengaruhnya di Laut Cina Selatan dan di tempat lainnya di Pasifik.

Indonesia saat ini menjadi tuan rumah markas besar ASEAN yang beberapa anggotanya kesulitan menghadapi tindakan-tindakan China di wilayah sengketa di Laut China Selatan, yang merupakan jalur penting pelayaran internasional.

Meski demikian penjualan peralatan militer AS kepada Indonesia, sebelumnya berada dalam pengawasan dan tertunda karena masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Masalah-masalah itu tidak disebutkan dalam pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini