Share

Gedung Putih: Rusia Bisa Invasi Ukraina Sebelum Olimpiade Berakhir

Agregasi VOA, · Sabtu 12 Februari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 12 18 2546262 gedung-putih-rusia-bisa-invasi-ukraina-sebelum-olimpiade-berakhir-UKfTlBjoc1.jpg Rusia diperkirakan melakukan invasi ke Ukraina sebelum Olimpiade berakhir (Foto: AP)

WASHINGTON - Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan invasi Rusia ke Ukraina dapat dimulai selama Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

“Kita berada dalam kurun di mana invasi bisa dimulai kapan saja jika (Presiden Rusia) Vladimir Putin memutuskan untuk memerintahkannya,” terangnya kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (11/2).

Dia mengatakan Rusia kini memiliki pasukan yang cukup di perbatasan Ukraina untuk melakukan operasi besar militer dan Rusia bisa merebut "wilayah penting" di Ukraina, termasuk Ibu Kota, Kyiv, dalam satu serangan.

Baca juga: AS Gambarkan Invasi Rusia Dimulai dengan Pengeboman Udara dan Serangan Rudal 

Dia pun mendesak warga AS di Ukraina agar keluar dalam 24-48 jam ini. Ia mengatakan invasi Rusia mungkin dimulai dengan serangan udara yang akan mempersulit keluarnya warga AS.

Sementara itu, menurut banyak analis, Rusia tidak mungkin melakukan invasi sebelum Olimpiade Musim Dingin di China berakhir pada 20 Februari mendatang.

Baca juga: Ketegangan Ukraina: AS Peringatkan Invasi Rusia Bisa Terjadi Kapan Saja, Dimulai dengan Pengeboman Udara

Pada Jumat (11/2), Presiden Joe Biden hadir dalam telepon video dengan para pemimpin dunia untuk membahas Ukraina. Selain Biden, hadir pemimpin Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Rumania, Inggris, NATO, Uni Eropa, dan Dewan Eropa.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Para pemimpin sepakat akan pentingnya upaya terkoordinasi guna mencegah agresi Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina, termasuk kesiapan mereka untuk menerapkan konsekuensi besar dan biaya ekonomi yang parah pada Rusia jika memilih eskalasi militer," terang pernyataan Gedung Putih.

Seorang pejabat senior pertahanan Amerika mengatakan kepada wartawan bahwa Biden telah memerintahkan tambahan 3.000 tentara ke Polandia selain 1.700 yang sudah menuju ke sana. Pentagon mengatakan pasukan dikerahkan untuk meyakinkan sekutu NATO dan mencegah potensi agresi terhadap sayap timur NATO.

Berbicara pada Jumat (11/2) dengan beberapa rekannya dari negara-negara NATO, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan AS tetap "bersatu dengan sekutu NATO untuk mencegah dan mempertahankan diri dari agresi apa pun," menurut pernyataan Pentagon.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Jumat (11/2) untuk menegaskan kembali dukungan kuat AS bagi Ukraina.

Komentar AS itu menyebabkan penurunan terbesar nilai mata uang Rusia dalam hampir dua tahun. Nilai rubel turun 2,8% terhadap dolar pada Jumat (11/2).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini