JAKARTA - Dewi Andongsari yang konon merupakan ibunda dari Mahapatih Gajah Mada disebutkan bunuh diri setelah merasa bersalah kepada hewan peliharaannya.
Juru kunci makam, Jumain menjelaskan, menurut cerita tutur, Dewi Andong Sari adalah satu di antara selir raja pertama Majapahit, Raden Wijaya. Ia dibuang dan akan dibunuh karena fitnah yang menyebut ia hamil dari hasil perselingkuhan.
Namun ia tak dibunuh, Dewi Andong Sari hanya diasingkan di atas bukit di dalam hutan oleh prajurit kerajaan. Bukit inilah yang sekarang disebut Gunung Ratu.
Tak lama tinggal di sana, Dewi Andong Sari melahirkan seorang bayi laki-laki. Dia merupakan Gajah Mada.
Saat ia hendak turun dari bukit, Dewi Andong Sari menitipkan bayinya pada dua hewan peliharaan yang selama ini menemaninya, seekor kucing bernama condromowo dan seekor musang putih.
Dua hewan ini melawan seekor ular besar yang hendak memangsa bayi Dewi Andong Sari hingga mulut mereka berlumuran darah.
Baca juga: Akhir Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit Tewas Ditusuk Abdi Dalemnya Sendiri
Tapi, Dewi Andong Sari yang baru tiba dari mandi di sendang bawah bukit, justru mengira peliharaannya tersebut telah memakan si bayi. Padahal bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan.
Lalu Dewi Andong Sari bunuh diri di Gunung Ratu. Ia merasa bersalah telah membunuh kucing condromowo dan musang putih.
Baca juga: Jurus Berkelit dan Menjilat Ala Gajah Mada, Agar Siasat Membunuh Raja Malaka Tak Terdeteksi