“Adalah tanggung jawab kolektif para pendidik dan pemuka agama masing-masing untuk introspeksi diri dan berusaha kembali ke sikap dan pandangan yang lebih bersahabat. Tujuan ini tidak mungkin tercapai kecuali melalui pendidikan untuk mengoreksi hal-hal yang merupakan sumber konflik dan permusuhan,” kata menteri luar negeri tahun 1999-2001 itu.
Senior Fellow University of Washington, Dr. Chris Seiple, mengatakan pendidikan lintas iman ibarat membuat gado-gado, bukan melebur bahan menjadi satu tetapi mempertahankan identitas setiap bahan untuk menjadi suatu perpaduan yang lezat.
Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan pendidikan agama berperan penting dalam masyarakat majemuk karena mempengaruhi bagaimana kita melihat dan memperlakukan mereka yang berbeda agama dan kepercayaan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.