Share

Intel AS: Perintah Telah Dikirim ke Komandan Rusia, Siap Serang Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Senin 21 Februari 2022 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 18 2550416 intel-as-perintah-telah-dikirim-ke-komandan-rusia-siap-serang-ukraina-vLcGvVUwga.jpg Intelijen AS melaporkan perintah menyerang Rusia telah dikirim ke Komandan Rusia (Foto: AP)

NEW YORK – Menurut dua pejabat Amerika Serikat (AS) dan sumber lain yang akrab dengan intelijen AS,  intelijen AS melaporkan perintah telah dikirim ke komandan Rusia untuk melanjutkan serangan ke Ukraina.

Laporan intelijen mengenai perintah kepada komandan taktis dan operasi intelijen adalah salah satu dari beberapa indikator yang diawasi AS untuk menilai apakah persiapan Rusia telah memasuki tahap akhir untuk kemungkinan invasi.

Indikator lain, seperti gangguan elektronik dan serangan siber yang meluas, belum diamati. Sumber tersebut memperingatkan bahwa perintah selalu dapat ditarik atau itu bisa menjadi informasi yang salah yang dimaksudkan untuk membingungkan dan menyesatkan AS dan sekutunya.

Menurut pejabat AS lainnya, laporan intelijen itu dipelajari minggu lalu dan diinformasikan ke Presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken. The Washington Post pertama kali melaporkan perintah yang diberikan tersebut.

Baca juga: PM Inggris: Rusia Rencanakan Perang Terburuk di Eropa Sejak 1945

Biden mengatakan pada Jumat (18/2) bahwa dia yakin Putin telah "membuat keputusan" untuk menyerang. Pendapat senada digaungkan oleh Wakil Presiden Kamala Harris dan Blinken pada Minggu (20/2). Blinken mengatakan buku pedoman Rusia telah "bergerak maju."

Baca juga: Wapres AS: Perang di Eropa Sangat Mungkin Terjadi

"Kami yakin Presiden Putin telah membuat keputusan," kata Blinken pada Minggu dalam sebuah wawancara di "State of the Union" CNN.

"Tapi sampai tank benar-benar bergulir dan pesawat terbang, kami akan menggunakan setiap kesempatan dan setiap menit kami harus melihat apakah diplomasi masih dapat menghalangi Presiden Putin untuk melanjutkan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Biden mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada Minggu (20/2) untuk membahan situasi di Ukraina dengan penasihat utamanya termasuk Blinken, Harris, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan. Semua pejabat ini diketahui berada di Eropa selama akhir pekan berdiskusi dengan sekutu untuk mengatasi krisis.

"Seperti yang dikatakan Presiden, kami percaya bahwa Putin telah membuat keputusannya, titik," kata Harris kepada CNN saat jumpa pers di Munich pada Minggu (20/2), setelah bertemu dengan para pemimpin termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (19/2). Harris menekankan bahwa AS dan sekutunya masih berusaha menyelesaikan krisis secara diplomatis, tetapi jalannya "menyempit."

"Mereka melepaskan diri dan sekarang siap untuk menyerang," kata Austin dalam sambutannya dari Lithuania pada Sabtu (19/2). Dia menambahkan bahwa pasukan "bergerak ke posisi yang tepat untuk dapat melakukan serangan."

Rusia diklaim mungkin merencanakan serangan skala besar adalah eskalasi dramatis pelanggaran gencatan senjata di Ukraina timur dalam beberapa hari terakhir, yang dituduhkan Ukraina pada pasukan dukungan Rusia di wilayah Donbas Ukraina.

Sebaliknya, Rusia mengklaim bahwa Ukraina merencanakan serangan skala besar di Donbas, yang memerlukan kehadiran militer pro-Rusia yang lebih besar di sana.

Blinken mengatakan kepada Konferensi Keamanan Munich pada Jumat (18/2) bahwa eskalasi baru-baru ini di Ukraina timur "adalah bagian dari skenario yang sudah dimainkan untuk menciptakan provokasi palsu, kemudian harus menanggapi provokasi tersebut dan akhirnya melakukan agresi baru terhadap Ukraina."

Pada Minggu (20/2) pagi, Gedung Putih tiba-tiba mengumumkan bahwa Biden akan melakukan perjalanan ke Wilmington, dan akan tinggal selama liburan Hari Presiden. Tetapi menurut seorang pejabat Gedung Putih, perjalanan itu tiba-tiba dibatalkan pada Minggu (20/2) sore, setelah Presiden berbicara di telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk panggilan singkat selama 15 menit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini