Share

Menlu China dan AS Bicarakan Krisis Ukraina hingga Indo-Pasifik, Minta Tidak Provokasi Taiwan

Antara, · Rabu 23 Februari 2022 05:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 18 2551538 menlu-china-dan-as-bicarakan-krisis-ukraina-hingga-indo-pasifik-minta-tidak-provokasi-taiwan-I1CN5x2MM0.jpg Menlu China Wang Yi (Foto: Antara/Reuters)

BEIJING - Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi melakukan percakapan telepon dengan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, pada Selasa (22/2) untuk membicarakan krisis Ukraina, Indo-Pasifik versi baru, dan isu-isu lainnya.

"China sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Ukraina," kata Wang.

Ia menilai masalah di Ukraina akibat keterlambatan mengimplementasikan perjanjian Minsk.

Namun China akan terus melakukan kontak dengan semua pihak terkait untuk mencarikan jalan keluar dari masalah tersebut.

 Baca juga: Menlu AS: Konfrontasi dengan China Tidak Bisa Dihindari

"China sekali lagi menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan negosiasi," ujar anggota Dewan Pemerintahan atau setingkat menko itu.

Baca juga:  Menlu Retno: Kompetisi di Indo-Pasifik Jangan Sampai Menjadi Konflik Terbuka

Situasi di Ukraina menjadi sorotan global setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dua dekrit yang mengakui "Republik Rakyat Lugansk (LPR)" dan "Republik Rakyat Donetsk (DPR)" sebagai entitas independen dan berdaulat, pada Senin (21/2).

Dalam percakapan telepon tersebut, Wang juga menyarankan pihak AS memenuhi janji-janji yang telah dibuat oleh Presiden AS Joe Biden dengan tidak membuat pernyataan yang salah tentang China terkait strategi Indo-Pasifik versi baru serta tidak memprovokasi masalah Taiwan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Percakapan telepon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 50 tahun kunjungan mantan Presiden AS Richard Nixon ke China. Kunjungan tersebut sangat bersejarah dalam proses normalisasi hubungan China-AS sekaligus yang mendasari hubungan bilateral secara formal pada 1979.

Wang melihat adanya unsur persaingan dan kerja sama antara China dan AS.

"Kita tidak bisa begitu saja menggunakan kompetisi untuk mendefinisikan hubungan bilateral," ujar diplomat senior itu.

Menurut dia, beberapa pejabat AS telah mendorong persaingan sengit jangka panjang China sehingga sangat mungkin berkembang menjadi konfrontasi besar antarkedua negara.

Sementara itu, Blinken menegaskan bahwa AS tidak berusaha terlibat perang dingin baru, mengubah sistem China, dan mendukung kemerdekaan Taiwan.

Melalui laman Kementerian Luar Negeri China, Blinken mengatakan AS tidak memiliki niat berkonfrontasi dengan China.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini