Share

Putin Akui Kemerdekaan Kelompok Separatis di Ukraina, AS Anggap Sebagai Awal Perang

Agregasi VOA, · Rabu 23 Februari 2022 06:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 18 2551558 akui-kemerdekaan-kelompok-separatis-as-anggap-tindakan-putin-di-ukraina-sebagai-awal-perang-kFtBMsIO8F.jpg Tank Rusia melaju di kegelapan jalan di Ukraina usai Putin akui kemerdekaan kelompok separatis (Foto: Reuters)

WASHINGTON โ€“ Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengakui kedaulatan kelompok separatis di Ukraina merupakan eskalasi besar dan indikasi lain Moskow menginginkan perang, bukan diplomasi.

Seperti diketahui, dalam sebuah pernyataan yang direkam sebelumnya pada Senin (21/2), Putin mengakui kemerdekaan wilayah Donetsk dan Luhansk yang dikuasai pemberontak yang didukung Rusia di Ukraina timur. Pengakuan itu tidak lama kemudian disusul pengumuman bahwa militernya akan mulai mengirim pasukan "penjaga perdamaian" ke wilayah-wilayah tersebut.

Setelah pengakuan itu, AS dan banyak negara lain mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran perjanjian internasional, dan mulai menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Baca juga:ย Putin Akui Kelompok Separatis, PBB: Rusia Telah Melanggar Kedaulatan Ukraina

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, berbicara pada sidang darurat Senin malam (21/2) di Dewan Keamanan. โ€œKita harus memperjelas bahwa serangan ke Ukraina adalah serangan terhadap kedaulatan setiap negara anggota PBB dan Piagam PBB, dan tindakan itu akan menghadapi konsekuensi yang cepat dan berat,โ€ jelasnya.

Baca juga:ย ย Inggris: Invasi Rusia ke Ukraina Telah Dimulai, Sanksi Akan Dijatuhkan

Beberapa anggota Kongres AS dari kedua partai bersikeras bahwa Presiden Joe Biden telah melampaui batas sanksi terbatas dalam menghukum Rusia.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Kanselir Olaf Scholz, Selasa (22/2) mengatakan Jerman telah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan proses sertifikasi pipa gas Nord Stream 2 dari Rusia, ketika negara-negara Barat mulai mengambil tindakan hukuman terhadap Moskow atas krisis Ukraina.

"Pada tahap ini, selain sanksi awal, sekarang penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan dengan demikian menjadi bencana. Itulah yang menjadi tujuan semua upaya diplomatik kita," terangnya.

Keputusan itu merupakan langkah signifikan bagi pemerintah Jerman, yang telah lama menolak untuk menghentikan proyek tersebut meskipun ada tekanan dari AS dan beberapa negara Eropa untuk melakukannya.

Sementara itu Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, Selasa (22/2) mengatakan pemerintahnya akan mulai memberlakukan sanksi baru terhadap bank dan individu Rusia menyusul keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengakui dua wilayah separatis Ukraina sebagai wilayah merdeka.

"Sekarang Inggris dan sekutu-sekutu kita akan mulai menjatuhkan sanksi pada Rusia yang sudah kita siapkan dengan menggunakan kekuatan baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya yang diberikan oleh dewan ini untuk memberikan sanksi kepada individu dan entitas Rusia yang memiliki kepentingan strategis bagi Kremlin,โ€ ujarnya.

"Hari ini Inggris memberi sanksi lima bank Rusia: Rossiya, IS Bank, General Bank, Promsvyazbank, dan Black Sea Bank. Dan kita memberikan sanksi kepada tiga individu dengan kekayaan bersih yang sangat tinggi. Gennady Timchenko, Boris Rotenberg, dan Igor Rottenberg. Setiap aset yang mereka miliki di Inggris akan dibekukan," imbuhnya.

Berbicara di parlemen Inggris, Johnson mengatakan tindakan Rusia sama dengan "invasi baru ke negara itu", dan mengatakan Putin "mencari dalih untuk melakukan serangan skala penuh."

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini