Polisi mengatakan penghuni bungalo tidak ada di rumah ketika insiden itu terjadi pada pukul 16.55 waktu setempat, pada Selasa (6/7).
Gambar-gambar dari tempat kejadian menunjukkan tentara itu tergeletak, dikelilingi puing-puing dan debu batu bata di dapur.
Dia masih terikat pada tali kekangnya. Dia menembus atap dan parasut dibentangkan di atap gedung.
“Penerjun payung telah jatuh melalui bagian luar dan dalam sebuah tempat tinggal,” terang polisi.
"Penerjun payung itu sadar tetapi tertegun dengan keluhan rasa sakit tetapi tidak ada luka serius yang terlihat,” lanjutnya.
Gambar menunjukkan dia memiliki pergelangan kaki yang berdarah. Dia dibawa ke rumah sakit kota untuk perawatan.
Polisi mengatakan semua tentara lain yang ambil bagian dalam latihan "mendarat dengan selamat di lapangan pendaratan yang ditentukan."
“Kami bersyukur penerjun hanya mengalami luka sedang dan tidak ada orang lain yang mengalami luka,” tambah polisi
(Susi Susanti)