Dalam proses pembangunannya Sirkuit Mandalika dilakukan dengan sangat serius. Teknologi aspal yang digunakan yaitu Stone Mastic Asphalt (SMA), merupakan campuran aspal yang digunakan untuk melapisi dan memperkuat struktur permukaan. PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) menggunakan aspal khusus dari Inggris untuk bagian atas trek, sedangkan bagian bawah trek sirkuit menggunakan aspal produksi Indonesia.
Bagian pinggiran sirkuit menggunakan pembatas khusus yang berasal dari Jerman. Sementara itu, batu kerikil dari berbagai lokasi di NTB digunakan untuk bagian run off gravel sirkuit. Lintasan utama Sirkuit Mandalika diupayakan memenuhi spesifikasi standar dari Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM).
Pembangunan Sirkuit Mandalika ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah juga telah menyiapkan Jalan Bypass Bandara International Lombok (BIL)-Mandalika untuk kemudahan akses peserta balap dan wisatawan.
Ruas jalan ini memiliki panjang sekitar 17,36 kilometer. Tidak hanya menyambungkan Bandara Lombok dengan Sirkuit Mandalika, Jalan Bypass ini juga menghubungkannya dengan kawasan wisata lainnya di Mandalika.
BACA JUGA: Mau Honeymoon? Ke Batam dan Bintan Saja
Tuan Rumah 2022