Share

Warga Ukraina Berlindung Hadapi Serangan Rudal Rusia, Kiev Berlakukan Jam Malam

Agregasi BBC Indonesia, · Minggu 27 Februari 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 27 18 2553779 warga-ukraina-berlindung-hadapi-serangan-rudal-rusia-kiev-berlakukan-jam-malam-OUZOQlsjHw.JPG Sebuah bangunan di Kiev, Ukraina rusak akibat pengeboman pasukan Rusia, 26 Februari 2022. (Foto: Reuters)

KIEV – Warga ibu kota Ukraina, Kiev, berlindung di lokasi bawah tanah ketika para pejabat memperingatkan serangan rudal Rusia. Suasana mencekam dirasakan di Kiev pada Minggu (27/2/2022) sekira pukul 03.00 waktu setempat setelah warga diperingatkan akan adanya serangan bom.

Sejumlah laporan menyebutkan, sebuah depot minyak di Vasylkiv, di pinggiran ibu kota Kiev, meledak setelah dihantam rudal Rusia.

BACA JUGA: Pejabat Ukraina: Korban Tentara Rusia Mencapai 3.500 Orang 

Di Kiev, jam malam mulai diberlakukan hingga Senin (28/2/2022) pagi, dan Wali kota Kiev mengatakan siapa pun yang terlihat di jalanan akan dianggap sebagai "penyabot" Rusia. Situasi di ibu kota mencekam setelah warga diperingatkan akan adanya serangan rudal.

Dilaporkan wartawan BBC yang berada di Kiev, serangan Rusia di ibu kota Ukraina itu sepertinya terhenti di pinggiran kota, di tengah adanya perlawanan dari pasukan Ukraina.

Namun, banyak yang mengkhawatirkan adanya serangan udara Rusia. Masyarakat kota itu kemudian diminta berlindung di bunker bawah tanah.

Sebelumnya, Rusia membombardir ibu kota Ukraina, Kiev, dengan serangan rudal setelah disambut dengan perlawanan sengit militer Ukraina.

Foto-foto menunjukkan gedung apartemen dekat Bandara Zhuliany di Kiev kena hantam rudal Rusia. Sebuah lubang yang mencakup lima lantai tampak menganga di gedung tersebut.

Kementerian Kesehatan Ukraina mengatakan sejauh ini sebanyak 198 warga Ukraina telah tewas, termasuk dua anak-anak, serta lebih dari 1.000 orang cedera.

Dalam pernyataannya melalui Facebook pada Sabtu pagi (26/2/2022), militer Ukraina mengatakan telah menghalau beberapa serangan. Bahkan, salah satu unit tentara berhasil mengusir pasukan Rusia di dekat pangkalannya yang terletak di sebuah jalan besar.

Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan: "Kami tidak akan meletakkan senjata. Kami akan membela negara kami."

Pemerintah Kota Kiev mengonfirmasi bahwa pertempuran tengah berlangsung dan mengimbau orang-orang untuk tinggal di rumah.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa mereka telah menguasai kota Melitopol - yang disebut kantor berita Reuters sebagai pusat populasi signifikan pertama yang diambil alih sejak invasi Moskow ke Ukraina dimulai pada Kamis (24/2/2022) kemarin.

Melitopol adalah kota yang tidak begitu besar di dekat pelabuhan terpenting Ukraina, Mariupol, di wilayah Zaporizhzhya. Diperkirakan 150.000 warga Ukraina tinggal di Melitopol.

Sejumlah besar warga Ukraina terus melarikan diri dari menuju negara-negara tetangga, seperti Polandia dan Moldova. Badan pengungsi PBB memperkirakan pengungsi dari Ukraina jumlahnya mencapai hampir 116.000 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini