Sementara istri dan anaknya terlempar ke depan, melewati tempat duduk Mahfudz. "Padahal posisi istri saya ada di sebelah kiri saya, dekat jendela," katanya.
Situasi di dalam bus sontak gaduh. Semuanya panik. Mahfudz mengaku mendengar suara istrinya yang teriak-teriak memanggil namanya.
Begitu terjaga, Mahfudz baru tahu kalau bus yang ditumpanginya tengah dihantam kereta. Bus yang dalam kondisi tidak penuh penumpang itu terlempar sekaligus terseret sejauh 10 meter.
Sebanyak lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Semuanya dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Empat korban tewas diantaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban meninggal dunia di RSUD dr Iskak.
Mahfudz sendiri mengalami luka lecet pada kaki, bibir, dan kening. Begitu juga dengan anak dan istrinya. Dalam situasi gaduh tersebut ia sempat menolong korban yang selamat, terutama anak-anak.
"Korban yang meninggal dunia rata -rata duduk di kursi belakang. Sebab tabrakan terjadi pada bagian belakang bus," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.