Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa Misterius di Kawasan Situs Srigading Malang Peninggalan Mataram Kuno

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 28 Februari 2022 |09:01 WIB
Peristiwa Misterius di Kawasan Situs Srigading Malang Peninggalan Mataram Kuno
Situs Mataram Kuno era Mpu Sindok (foto: MNC Portal/Avirista)
A
A
A

MALANG - Situs Srigading Malang peninggalan Kerajaan Mataram Kuno memiliki kisah mistis tersendiri. Pasalnya selain cahaya lampu yang sering memancar di malam - malam keramat tertentu, terdapat fenomena janggal lainnya.

Salah satunya momen pencurian yoni oleh sejumlah warga sekitar, yang memunculkan satu kejadian tak masuk akal. Dimana yoni yang dicuri oleh 20 orang ini dikisahkan tiba-tiba kembali ke lokasi.

BACA JUGA:BPCB: Area Sebaran Candi Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok Meluas 

Warga bernama Tomo menuturkan, saat itu ia bersama 19 orang temannya nekat mengambil yoni di Kamis malam di tahun 2011. Saat itu yoni yang ada diketahui ada tawaran dari orang di Jakarta dengan nominal Rp 100 juta.

"Nyurinya malam Jumat, waktu itu ditawar orang (mau dibeli Rp 100 juta, orang Jakarta, 20 orang mindahin ini ke pinggir jalan," ucap Tomo ditemui wartawan di Situs Srigading.

BACA JUGA:Tumbal Nyawa Mengiringi Pencurian Yoni Situs Srigading Peninggalan Mataram Kuno 

Yoni memang berhasil diangkat dari kawasan Situs Srigading ke pinggir jalan. Di sana sebuah truk sudah menunggu untuk mengangkut yoni tersebut dan dibawa ke pembeli. Di sinilah kejadian janggal terjadi, yoni yang sudah ada di dalam truk membuat truk tak bisa berjalan tanpa sebab. Padahal sesuai dimensi beban truk jauh lebih berat dibanding yoni.

"Ngangkatnya pakai bongkotan (ramai - ramai), pas mabuk, seneng dulu (mau dapat uang Rp 100 juta). Rencananya mau dinaikan ke truk, truknya gak bisa jalan," katanya.

Kian menarik lagi yoni itu tiba-tiba tak ada di atas truk. Padahal mereka tak mengangkutnya kembali, bahkan ke-20 ini berusaha untuk mencari sebab truk tidak jalan.

"Pada duduk semuanya, dilihat semuanya sudah nggak ada. Itu sudah (yoni)naik ke truk, sudah mau berangkat, truknya nggak bisa, tahu - tahu dilihat kembali lagi ke sini, kembali ke tempat asalnya," ungkap dia.

Menurutnya, hasrat ingin mendapatkan uang membuatnya bersama 19 orang lainnya nekat mencuri benda bersejarah yang terlihat di perkebunan Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Namun Tomo mengisahkan para pelaku pencurian ini bukan merupakan warga Desa Srigading, Lawang.

"Bukan anak sini saja, anak Surabaya, anak Konang, Pakis, bukan dari sini semua, pada kepengen uang ternyata nyuri ya itu. Sekarang semuanya mati, Samali mati, Kancil mati, tinggal aku saja, 20 orang mati semua, tinggal saya saja," terangnya.

Benda-benda kuno yang ada di Situs Srigading memang konon memiliki kekuatan tertentu. Bahkan dari penuturan arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho, saat penemuan arca Mahakala pada Jumat (25/2/2022), terdapat fenomena aneh.

Saat itu timnya tengah menggali dan menemukan arca dalam kondisi mendung hitam pekat. Beberapa lokasi bahkan tak jauh dari situs pun hujan, tetapi anehnya justru di titik lokasi ekskavasi hujan tak turun.

"Muendung pekat di sekitar sini hujan, di mana - mana hujan, tapi justru yang di sini nggak hujan, itu waktu penemuan arca kemarin (Jumat), kan ada yang aneh," ucap Wicaksono.

Usai ekskavasi tahap pertama lalu pada Sabtu (14/2/2022), Wicaksono juga mengisahkan ada cerita mistis sepulangnya dari Situs Srigading. Dimana sang anak yang berusia 4 tahun mendapati ada sesosok makhluk halus yang mengikutinya.

"Anak saya malam sering ngeliat cewek katanya ada yang katut saya selama tiga hari habis itu hilang. Saya ketawa saja anak saya umur 4 tahun, cewek terbang penampakannya. Kalau yang disini di Srigading ini ya memang diangkerkan, buat nyari togel, nomor sering dapat. Kalau kejadian dilihatkan nggak," terangnya

Penelusuran Okezone di lokasi situs diakui ada beberapa penunggu tak kasat mata menyerupai laki-laki tinggi besar hingga dua meter lebih dan seorang perempuan. Sosok itu kerap muncul saat ada orang bermaksud tak baik berusaha mengganggu atau melakukan tindakan negatif.

Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi dua tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.

Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, dua buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).

Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement