Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Invasi Rusia ke Ukraina Terus Meluas

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 01 Maret 2022 |15:29 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina Terus Meluas
News RCTI+ (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA – Invasi Rusia ke Ukraina terus meluas. Gempuran rudal-rudal milik pasukan Presiden Vladimir Putin terus menghujam wilayah-wilayah di Ukraina. Kecaman dunia tidak dipedulikan Putin yang terus bertekad untuk melumpuhkan Ukraina. Baca News RCTI+ untuk mengetahui kabar update dari penyerangan Rusia ke Ukraina yang kini sudah menyebabkan banyak korban nyawa dari kedua belah pihak.

Dampak invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Kamis (24/02/2022), sungguh menyedihkan. Ratusan korban sipil dan militer berjatuhan, bangunan yang rusak parah terlihat di mana-mana akibat operasi militer yang dilancarkan oleh Rusia. Kekuatan militer yang tidak seimbang membuat Militer Rusia dengan cepat mendekati Kota Kiev, Ibukota Ukraina.

Meski diserang bertubi-tubi tentara dan juga Rakyat Ukraina tidak menyerah begitu saja. Mereka memberikan perlawanan yang sengit terhadap militer Rusia yang terus merangsek masuk ke Kota Kiev. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, terus membakar semangat bangsa Ukraina. Secara berkala ia muncul di televisi maupun channel Youtube untuk mengabarkan keberhasilan Tentara Ukraina yang sukses menghambat dan memukul mundur pergerakan tentara Rusia.

Baca juga: Wanita Ini Bersumpah Akan Berhubungan Seks dengan Tentara Rusia yang Menentang Putin dan Tolak Invasi

Meski Kota Kiev mendapat serangan yang bertubi-tubi, alih-alih menyingkir untuk menyelamatkan diri, Volodymyr Zelensky menolak dievakuasi dari Ibu Kota Negara. Dari depan Gedung Parlemen bahkan ia meyerukan kepada dunia untuk membantu Ukraina mensuplai amunisi untuk bisa melawan agresi Rusia. “Saya tidak butuh dievakuasi, kami butuh amunisi, “ ujar Volodymyr Zelensky dengan lantang.

Baca juga: Petani Ukraina Curi Tank Rusia Gunakan Traktor, Tuai Pujian Warganet

Amerika dan negara-negara Eropa anggota NATO, tampaknya masih enggan untuk secara langsung terlibat perang dengan Rusia. Paman Sam dan teman-temannya NATO masih berhitung ketika memutuskan ikut terjun langsung dalam perang terbuka. Tentu Langkah NATO ini membuat rakyat Ukraina merasa ditinggalkan sendiri melawan raksana, Rusia. Padahal pada awalnya, Amerika dan negara negara Eropa lainnya terlihat antusias dalam membela Ukraina. Apakah Amerika sudah tidak sekuat dulu? Bisa jadi begitu. Keputusannya untuk hengkang dari Afghanistan yang telah dikuasainya selama 20 tahun lebih menjadi bukti nyata ‘’melorotnya’’ kedigdayaan Amerika.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement