JENEWA - Lebih dari 100 diplomat dari sekitar 40 negara melakukan aksi 'walk out' saat pidato Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa. Aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Aksi boikot yang dilakukan utusan dari Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang, dan lainnya pada Selasa (1/3) itu hanya menyisakan beberapa diplomat di ruangan itu.
Mereka yang memutuskan tetap tinggal di pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia HAM) termasuk duta besar Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, yang merupakan mantan wakil Lavrov. Lalu utusan dari Suriah, China, dan Venezuela juga tetap tinggal di ruangan.
Duta Besar Ukraina Yevheniia Filipenko, yang memimpin aksi walk out berterima kasih kepada mereka yang mengambil bagian dalam aksi tersebut.
Baca juga: Presiden Ukraina Tuntut Jaminan Keamanan dari NATO
“Terima kasih banyak atas dukungan yang luar biasa ini kepada orang-orang Ukraina yang berjuang untuk kemerdekaan mereka,” katanya kepada orang banyak yang berkumpul di sekitar bendera besar Ukraina di luar ruangan.
Baca juga: Imbas Perang, AS Akan Buru Orang Kaya Rusia Rebut Kapal Pesiar hingga Jet Pribadi
Para diplomat yang meninggalkan pidato Lavrov mengatakan Dewan HAM “tidak boleh disalahgunakan sebagai platform untuk disinformasi”.