Share

Presiden Ukraina Tuntut Jaminan Keamanan dari NATO

Susi Susanti, Okezone · Rabu 02 Maret 2022 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 18 2555385 presiden-ukraina-tuntut-jaminan-keamanan-dari-nato-n1Yo8Al136.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: AP)

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya harus memberikan jaminan "hukum" bahwa Ukraina aman, bahkan jika tidak berada di NATO.

“Bahkan jika Barat saat ini tidak dalam posisi untuk memberikan Kiev keanggotaan NATO, itu masih harus memastikan negara kami benar-benar aman,” terangnya kepada Reuters dan CNN pada Selasa (1/3) di tengah invasi yang sedang berlangsung.

"Mitra kami, jika mereka tidak siap untuk membawa Ukraina ke NATO .karena Rusia tidak ingin Ukraina berada di NATO, harus mengupayakan jaminan keamanan bersama untuk Ukraina," lanjutnya.

“Jaminan keamanan itu diperlukan untuk memastikan bahwa “integritas teritorial kami, bahwa perbatasan kami dilindungi, kami memiliki hubungan khusus dengan semua tetangga kami, kami sepenuhnya aman,” jelasnya.

 Baca juga: Biden: Barat dan NATO Siap Tanggapi Invasi Rusia

Menurut Zelensky, negara-negara yang akan menjadi "penjamin yang memberi keamanan" harus "secara hukum" memberikan jaminan tersebut ke Kiev.

Presiden juga memuji Barat karena mengirim senjata ke Kiev dan menjatuhkan sanksi baru ke Moskow.

Baca juga: NATO Aktifkan Pasukan Respon Cepat Pertama Kalinya, 40.000 Tentara Siap Perang Lawan Rusia

Namun, dia meminta AS dan sekutunya untuk berbuat lebih banyak lagi, termasuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina.

Zelensky mengulangi seruan agar wilayah udara di atas negaranya ditutup, meskipun Biden sebelumnya telah mengatakan kepadanya bahwa ini bukan saatnya untuk melakukan tindakan seperti itu.

“Ini bukan tentang menyeret negara-negara NATO ke dalam perang. Yang benar adalah semua orang telah lama terseret ke dalam perang dan jelas bukan oleh Ukraina, tetapi oleh Rusia,” klaimnya.

Tahun lalu, Moskow juga meminta Washington untuk memberikan jaminan keamanan tertulis bahwa NATO tidak akan memperluas ke Ukraina dan Georgia—prospek yang dipandang sebagai ancaman besar oleh Moskow. Moskow juga mendesak blok militer yang dipimpin Amerika untuk mengurangi kegiatan militer provokatifnya di dekat perbatasan Rusia. Tetapi AS menolak untuk memenuhi tuntutan Rusia.

Seperti diketahui, pasukan Rusia dikirim ke Ukraina pekan lalu sebagai bagian dari operasi khusus untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" pemerintah di Kiev sebagai tanggapan atas "genosida" yang dilakukan di wilayah Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri.

Moskow bersikeras bahwa itu tidak menargetkan warga sipil, dan hanya menyerang instalasi militer Ukraina. Kiev menuduh Moskow melakukan invasi tanpa alasan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini