Share

NATO Aktifkan Pasukan Respon Cepat Pertama Kalinya, 40.000 Tentara Siap Perang Lawan Rusia

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 26 Februari 2022 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 18 2553583 nato-aktifkan-pasukan-respon-cepat-pertama-kalinya-40-000-tentara-siap-perang-lawan-rusia-gQyCnAeWoi.jpg NATO aktifkan pasukan respon cepat hadapi invasi Rusia (Foto: Reuters)

UKRAINA - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah mengaktifkan NATO Response Force (NRF), menandai pertama kalinya aliansi telah mengaktifkan kekuatan 40.000 tentara siap bertugas melalukan "pencegahan dan pertahanan". Ini artinya 8.500 tentara Amerika Serikat (AS) yang telah ditempatkan di sana pada akhir Januari lalu bisa segera dikirim ke ke Eropa.

Keputusan itu menyusul pertemuan para menteri NATO Jumat (25/2) pagi di Brussels. Untuk dapat diaktifkan, 30 anggota NATO semuanya harus setuju untuk mengaktifkan kekuatan tersebut, yang berada di bawah komando Jenderal Told Wolters, Panglima Tertinggi Sekutu NATO.

Kepala NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi itu mengerahkan pasukan respon cepat untuk pertama kalinya untuk meningkatkan pertahanan dalam menghadapi invasi Rusia ke Ukraina.

"Ini masih situasi yang cair. Apa yang telah kita lihat adalah bahwa pasukan Ukraina bertempur dengan berani dan benar-benar mampu menimbulkan kerusakan pada pasukan Rusia yang menyerang," kata Stoltenberg setelah pertemuan puncak video para pemimpin NATO.

Baca juga: Putin: Ukraina Bergabung ke NATO Berpotensi Picu Perang Rusia-Prancis

"Ini adalah invasi penuh ke Ukraina. Mereka bergerak menuju Kiev dan tujuan yang dinyatakan adalah untuk mengubah pemerintah Ukraina,” lanjutnya.

 Baca juga: Ukraina Memanas, AS Siagakan 8.500 Pasukan untuk Hadapi Rusia

Stoltenberg memperingatkan bahwa agresi Kremlin telah menciptakan "normal baru", mengancam keamanan Eropa yang lebih luas di luar anggota non-NATO Ukraina.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami telah memperkuat pencegahan dan pertahanan kami," ujarnya.

“Kemarin, sekutu mengaktifkan rencana pertahanan kami dan, sebagai hasilnya, kami mengerahkan elemen Pasukan Respons NATO (NRF) di darat, di laut, dan di udara untuk lebih memperkuat postur kami dan untuk merespons dengan cepat segala kemungkinan,” lanjutnya.

Langkah tersebut adalah yang terbaru oleh NATO yang bertujuan untuk meningkatkan pertahanannya setelah sekutu yang dipelopori oleh AS mengirimkan ribuan tentara ke anggota timur saat Kremlin bergerak ke Ukraina.

"Kami memiliki lebih dari 100 jet dalam siaga tinggi, beroperasi di lebih dari 30 lokasi berbeda dan lebih dari 120 kapal dari utara hingga Mediterania," terangnya.

"Ini untuk menjaga perdamaian untuk mencegah serangan dan untuk mencegah perang yang terjadi di Ukraina meluas ke negara sekutu NATO mana pun,” lanjutnya.

Dia tidak memberikan perincian tentang ke mana pasukan tanggapan dikirim, dengan mengatakan itu terserah komandan militer tertinggi NATO.

Dibuat pada 2003, NRF terdiri dari 40.000 personel dan mencakup 8.000 kontingen dengan kesiapan tinggi dengan pasukan udara, laut dan operasi khusus yang dapat dikerahkan dalam beberapa hari.

Di Washington, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan AS saat ini memiliki pasukan di Eropa, ditambah 7.000 orang yang diperintahkan untuk dikerahkan ke Jerman minggu ini, dan yang lainnya dalam keadaan siaga di dalam negeri.

Dia mengatakan pasukan mana dan berapa banyak yang bergantung pada kebutuhan spesifik NATO.

"Apa pun persyaratan itu, AS siap untuk condong ke depan sebanyak mungkin," terangnya.

Dia menekankan NRF adalah untuk melindungi negara-negara NATO, bukan untuk terlibat dalam pertempuran di Ukraina, yang bukan anggota aliansi.

Namun, di sisi lain dia menjelaskan pemicu untuk mengaktifkan NRF adalah invasi yang melanggar hukum yang dilakukan Rusia ke Ukraina.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini