Share

Polisi Tangkap Pelaku Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia

Dicky Sigit Rakasiwi, MNC Portal · Kamis 03 Maret 2022 01:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 340 2555569 polisi-tangkap-pelaku-pengiriman-pmi-ilegal-ke-malaysia-qTNLgZMF0A.jpg Polsek Nongsa menangkap pelaku pengiriman PMI ilegal ke Malaysia. (MNC Portal/Dicky Sigit Rakasiwi)

BATAM - Polsek Nongsa menangkap pelaku pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal. Pelaku berinisial S (48) itu yang ditangkap di Kampung Lembang Jaya, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa-Kota Batam.

Penangkapan itu berawal dari informasi soal rumah yang menampung calon PMI di Kampung Lembang Jaya Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa.

"Kemudian Unit Opsnal Reskrim Polsek Nongsa melakukan penyelidikan dan benar ditemukan adanya 4 orang calon PMI bersama pelaku S, kemudian tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Syofian Rida mengamankan pelaku dan dan barang bukti dibawa ke Polsek Nongsa guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolsek Nongsa Kompol Yudi Arvian, Selasa (2/3/2022).

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa 2 handpone, 1 buah tas ransel warna hitam, 1 buah kartu ATM, 1 kartu nama perusahaan PT Ficotama Bina Trampil, 1 tas selempang,5 buah bukti tiket pesawat dari Lombok menuju ke Batam, uang tunai yang disita dari pelaku sebesar Rp20 juta sisa uang ongkos yang diminta dari para korban.

"Pelaku menawarkan jasa keberangkatan ke Malaysia kepada kepada 4 orang calon PMI yang akan bekerja di Malaysia melalui jalur illegal dengan meminta uang atau ongkos keberangkatan dari Lombok sampai Malaysia sebesar Rp10 juta per orang sehingga pelaku menerima uang sebanyak Rp40 juta," ujarnya.

Kemudian pelaku menggunakan uang tersebut untuk biaya transportasi dan akomodasi sebesar Rp5 juta dan biaya keberangkatan dari Lombok menuju ke Jakarta dilanjutkan ke Batam dengan pesawat terbang untuk lima orang termasuk pelaku sebesar Rp 15 juta.

Jadi, sisa uang yang dipegang pelaku sebanyak Rp20 juta yang rencana digunakan untuk keberangkatan dari Batam menuju Malaysia menggunakan kapal pancing. Saat ini pelaku beserta barang bukti Sudah diamankan Unit Reskrim Polsek Nongsa.

"Atas Perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Jo Pasal 83 UU RI No 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan dendan paling banyak Rp15 miliar," tutur Yudi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini