PRESIDEN Rusia yang kini menjadi pusat perhatian dunia, Vladimir Putin, sudah memimpin negara tersebut sebanyak 4 periode. Ia kembali menduduki kursi kepresidenan dalam pilpres 2018 yang digelar pada 18 Maret.
Hal itu praktis membuat Putin memecahkan rekor sebagai Presiden Rusia yang paling lama menjabat Presiden Rusia. Pria kelahiran St Petersburg, 7 Oktober 1952 ini diakui merupakan pemimpin yang amat disiplin. Putin ternyata memiliki latar belakang militer.
Laman Britannica menyebut, Putin menamatkan pendidikan tingginya di Universitas Leningrad. Setelahnya, ia berkarier sebagai Perwira Intelijen Asing untuk Komite Keamanan Negara. Ia juga sempat ditugaskan di Jerman Timur selama 6 tahun.
Melansir The Guardian, Putin diketahui juga pernah menjabat sebagai pimpinan batalion artileri pada masa Uni Soviet. Sementara itu, detail lain terkait karier militer Putin dalam dunia militer tidak diketahui secara jelas dan pasti.
Di tahun 1990, Putin memutuskan pensiun sebagai Perwira Intelijen Asing dengan pangkat Letnan Kolonel. Ia lantas mengabdikan diri dengan menduduki posisi penting di bidang administratif di almamaternya, Universitas Leningrad. Setelah itu, Putin dipercaya menjadi penasihat Wali Kota St. Petersburg pertama yang terpilih secara demokratis, Sobchak.
Hingga akhirnya Putin menempati posisi yang lebih tinggi strategis di pemerintahan Rusia, yakni Perdana Menteri pada tahun 1999. Setahun setelahnya, Putin terpilih sebagai Presiden Rusia dan dilantik tanggal 7 Mei 2000. Melansir tulisan bertajuk ‘Perubahan Rusia pada Masa Kepemimpinan Vladimir Putin’, kekuatan militer Rusia berhasil meningkat di tangan Putin. Negara itu juga sangat mengembangkan industri senjatanya.
Dengan semakin kuatnya sistem militer dan pertahanan Rusia, negara itu menjadi aktor kuat dalam politik internasional.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.