JAKARTA - Ratusan personel gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Jakarta Utara melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk memberantas peredaran narkoba.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menangkap sejumlah tersangka dan menyita beberapa barang bukti mulai dari narkoba hingga senjata tajam. Berikut fakta-fakta yang dirangkum Okezone dalam penggerebekan di Kampung Bahari :
1. 700 Personel Gabungan Dikerahkan dan Tangkap 26 Orang
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, pada pengerebekan yang dilakukan ratusan personel itu menangkap puluhan orang yang diduga terkait dengan peredaran narkoba di Kampung Bahari.
"Dari hasil kegiatan yang dilakukan secara mendadak itu, diperoleh banyak barang bukti, di antaranya kami mengamankan 26 orang. Mereka ini sebagai pelaku yang akan ditetapkan sebagai tersangka," kata Zulpan di lokasi.
Menurut Zulpan, warga yang ditangkap terdiri dari 18 laki-laki dan delapan perempuan, dengan beragam usia. Sejumlah barang bukti terkait narkoba turut disita polisi dari hasil penggerebekan tersebut, antara lain 350 gram sabu, 1.500 pil ekstasi, dan beberapa jenis narkoba lain seperti ganja, tembakau sintetis, serta sejumlah alat hisap dan uang tunai Rp35 juta dalam bentuk pecahan Rp50.000-an.
Polisi juga menyita belasan senjata tajam, petasan, serta berbagai peralatan komunikasi elektronik.
2. Kembang Api Jadi Kode Khusus di Kampung Bahari
Para pelaku sengaja menyalakan petasan sebagai kode khusus sekaligus menyerang dan menghindar apabila para petugas datang.
"Jadi petasan dinyalakan apabila ada gangguan dari petugas khususnya. Lalu mereka akan tiarap di situ. Terkait dengan kembang api, tentunya ini hanya sebagai kode saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan saat di lokasi.
"Tentunya kita bisa juga mengeneralisasi kembang api di Jakarta itu untuk narkotika. Tapi di sini khususnya kembang api di sini ada untuk kode," sambungnya.
3. Bandar Narkoba Kabur dari Atap Rumah Warga
Dalam pengrebekan yang dilakukan ini, terdapat sejumlah pelaku yang berupaya melarikan diri dari kejaran petugas. Namun upaya melarikan diri dengan melompat atap rumah gagal.
"Ada juga yang berupaya meloncat dari kontrakan atau kos kosan tiga lantai tapi berhasil kita amankan. Itu cara cara mereka untuk menghindari tindakan kepolisian dalam memberantas narkotika," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan.
Dari penyisiran yang dilakukan, petugas mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba, termasuk juga mendapati sejumlah barang bukti baik narkoba maupun senjata tajam.
4. Petugas Dilawan Komplotan Bandar Kampung Bahari
Saat petugas melakukan penyisiran di pemukiman warga Kampung Bahari yang berada di luar maupun dalam lintasan kereta tersebut, komplotan pengedar narkoba sempat melakukan perlawanan.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Singgih mengatakan saat anggota melakukan penyisiran di lokasi yang disinyalir peredaran narkoba, sempat melakukan penyerangan.
"Pada saat kita lakukan penggrebekan memang ada yang melawan tapi anggota tidak terluka. Terus (pelaku) lari ke atas genteng, kita kejar Alhamdulillah dapat," kata Singgih saat ditemui di lokasi.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Polda Metro Jakarta Kombes Hendra Zulpan mengatakan komplotan Narkoba Kampung Bahari melakukan perlawanan kepada petugas menggunakan petasan.
"Jadi petasan dinyalakan apabila ada gangguan dari petugas khususnya. Demikian kode yang mereka gunakan diantaranya petasan," Kata Zulpan.
5. Kampung Bahari Dilengkapi Kamera CCTV
Para komplotan narkoba di Kampung Bahari kerap mengendus atau mengetahui polisi sedang menuju kawasan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Hendra Zulpan mengatakan, bahwa bandar narkoba telah memasang kamera pengintai atau CCTV untuk memantau apabila petugas datang.
"Mereka melengkapi diri adanya CCTV. Untuk memantau apabila petugas datang. Demikian kode yang mereka gunakan diantaranya petasan apabila ada gangguan atau petugas datang," kata Zulpan di lokasi.
(Awaludin)