Share

Polda Jabar Telusuri Aliran Dana Arisan Bodong Rp21 Miliar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 11 Maret 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 340 2560073 polda-jabar-telusuri-aliran-dana-arisan-bodong-rp21-miliar-qyIoU9F0pC.jpg Polda Jabar mendalami aliran dana arisan bodong Rp21 miliar. (iNews/Beben HVA)

BANDUNG - Polda Jawa Barat (Jabar) terus mengusut kasus arisan bodong yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) MAW dan HTP. Dalam kasus ini, para korban merugi hingga Rp21 miliar.

Kepala Sub Direktorat IV Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, AKBP Adanan Mangopang menyatakan, pihaknya kini mendalami aliran dana tersebut.

"Ini yang masih didalami untuk mengetahui ke mana arah aliran dana dan penggunaannya," ucap Adanan, Jumat (11/3/2022).

Meski begitu, ia melanjutkan, dalam upaya tersebut, pihaknya membutuhkan kerja sama dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan (PPATK) serta bank terkait.

"Perlu info dari PPATK dan bank dari beberapa rekening yang kita dapatkan dari saksi-saksi," katanya.

Adanan mengungkapkan, modus lain tersangka untuk menjerat korban-korbannya yakni kerap memamerkan kehidupan mewah di media sosial (medsos).

"Kalau dari akun medsosnya ada ya (pamer hidup mewah-red) karena itu salah satu modus untuk menarik korban," ucapnya.

Adanan juga mengatakan, para korban mengenal baik tersangka karena mereka merupakan rekan bisnis klinik dan alat kecantikan yang dikelola MAW di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

"Korbannya ini adalah teman bisnisnya atau menjadi distributor atau reseler dari terlapor," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, para korban yang umumnya berasal dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung itu sebenarnya sudah merasa curiga mengingat pembayaran yang dijanjikan tersangka kerap melewati jatuh tempo.

"Akan tetapi, tersangka kerap menenangkan korban dengan janji-janjinya. Sudah lama banyak yang komplain, tapi cuma dikasih janji," katanya.

Sebagaimana diketahui, pelaku yang tercatat sebagai warga Dusun Warungkalde, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang itu berhasil memperdaya para korbannya lewat lelang arisan bermodus pembelian slot arisan dengan keuntungan hingga 30 persen lebih.

Pelaku mengiming-imingi korban, yakni jika korban membeli minimal satu slot arisan seharga Rp1 juta, akan mendapatkan uang sebesar Rp1,350 juta.

Tidak hanya itu, pelaku memberikan iming-iming lain, yakni jika korban berhasil membawa member lain (reseller) dan membeli minimal satu slot arisan senilai Rp1 juta, akan mendapatkan keuntungan Rp250.000 dan dapat diambil langsung dari uang yang disetor reseller.

Namun, saat jatuh tempo, pelaku ternyata tak kunjung melakukan pembayaran sesuai janjinya. Usut punya usut, arisan lelang tersebut fiktif dan pelaku menggunakan uang korbannya untuk menutupi kewajiban pembayaran arisan yang sudah jatuh tempo atas nama korban lainnya.

"Dari informasi pelapor, sebanyak kurang lebih Rp21 miliar kerugiannya," kata Ibrahim.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378, 372 KUHPidana ancaman 4 tahun penjara, Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini