Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kroasia Konfirmasi Drone Militer yang Jatuh Berasal dari Ukraina, Pesawat Kehabisan Bahan Bakar

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 12 Maret 2022 |13:46 WIB
Kroasia Konfirmasi Drone Militer yang Jatuh Berasal dari Ukraina, Pesawat Kehabisan Bahan Bakar
Drone militer jatuh di Kroasia (Foto: Twitter)
A
A
A

KROASIAPresiden Kroasia Zoran Milanovic mengatakan drone militer yang jatuh semalam di ibukota Kroasia, Zagreb, tampaknya berasal dari Ukraina. Hal ini diungkapkan Presiden setelah memimpin pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional pada Jumat (11/3).

Milanovic yang mengutip laporan yang diterimanya selama pertemuan tersebut mengatakan pesawat berbobot enam ton itu melakukan perjalanan melalui wilayah udara Rumania dan Hungaria sebelum mencapai Kroasia.

Pesawat terbang melalui wilayah udara Hungaria selama sekitar 40 menit. Pesawat berbobot enam ton itu melaju dengan kecepatan hampir 1000 km (621 mil) per jam dan menghabiskan tujuh menit di atas Kroasia, sebelum kehabisan bahan bakar dan jatuh.

Milanovic menyebut insiden itu sangat serius, tetapi menekankan bahwa itu tampaknya bukan semacam serangan terhadap negaranya. Dia menyatakan kelegaan atas fakta bahwa tidak ada yang terluka oleh kecelakaan itu dan meminta Kroasia untuk tetap tenang.

 Baca juga: Kroasia Akan Tarik Pasukannya dari NATO Jika Pecah Perang dengan Rusia

Presiden bertanya-tanya bagaimana pesawat tak berawak yang relatif tidak canggih dapat menghabiskan satu jam di wilayah udara NATO tanpa dicegat, meskipun terdeteksi oleh stasiun radar.

Dia mengatakan peristiwa itu menunjukkan bahwa negaranya perlu lebih mengembangkan pertahanannya.

Baca juga: Rusia Persenjatai Pasukan Donbass, Beri Senjata dan Rudal yang Disita dari Pasukan Ukraina

Ketika ditanya oleh wartawan apakah Zagreb akan mengadu ke Ukraina jika pesawat tak berawak itu dipastikan berasal dari Ukraina, Milanovic mengatakan bahwa Kiev memiliki kekuatan penuh untuk melawan serangan Rusia.

“Saya hanya berharap itu tidak terjadi lagi,” katanya.

Menteri Pertahanan Kroasia Mario Banozic mengadakan konferensi pers dan mengatakan militer Kroasia tidak gagal dalam insiden itu karena pesawat itu tidak menimbulkan ancaman bagi negara itu.

Laksamana Robert Hranj, Kepala Staf Umum Kroasia, yang berbicara bersama menteri, membenarkan bahwa Zagreb tidak mengerahkan jet tempur sebagai tanggapan atas pelanggaran drone terhadap wilayah udara Kroasia, mengklaim bahwa militer tidak punya cukup waktu untuk melakukannya.

Pesawat yang jatuh di lingkungan Jarun Zagreb pada Kamis (10/3) malam secara luas dianggap sebagai drone pengintai Tu-141 Strizh yang dirancang Soviet. Hranj menolak untuk menetapkan kepemilikan pesawat tak berawak, menyatakan bahwa jenis pesawat ini relatif kuno dan tersebar luas di Uni Soviet sejak abad terakhir.

Pesawat Tu-141 memiliki berat sekitar enam ton, memiliki kecepatan sekitar 1.000 km (621 mil) per jam dan jangkauan 1.000 km. Pesawat itu mendarat dengan bantuan sistem parasut yang dipasang di ekor. Polisi Kroasia menemukan parasut di area kecelakaan. Ukraina adalah satu-satunya negara yang secara resmi mengoperasikan Tu-141 saat ini.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement