Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kehebatan Mahapatih Gajah Mada yang Legendaris dalam Berperang

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Senin, 14 Maret 2022 |06:03 WIB
Kehebatan Mahapatih Gajah Mada yang Legendaris dalam Berperang
Gajah Mada (Foto: Ist)
A
A
A

GAJAH MADA merupakan Mahapatih di Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha terbesar yang pernah ada di Indonesia. Dengan dipimpin Raja Hayam Wuruk, kerajaan yang berdiri di abad ke-13 ini berada pada puncak kejayaannya.

Salah satu faktor Kerajaan Majapahit berjaya kala itu adalah keberadaan Mahapatih Gajah Mada. Saat usia 19 tahun, Gajah Mada berhasil menyelamatkan raja bernama Prabu Jayanegara.

Baca Juga:  Jabatan Mahapatih Majapahit Diemban Beberapa Orang Sepeninggal Gajah Mada

Hal itu kemudian membuatnya berhasil diangkat sebagai Patih Kahuripan pada tahun 1319. Ia juga sempat menjadi Patih di Kediri.

Pada tahun 1329, ia sempat akan diangkat menjadi Patih Majapahit. Namun, ia menolak karena ingin membuktikan pengabdiannya terhadap Kerajaan Majapahit dengan cara menghentikan pemberontakan Keta dan Seda.

Setelah berhasil menumpas pemberontakan tersebut, Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit pada tahun 1334. Jabatan Mahapatih ini merupakan jabatan tertinggi setelah raja.

Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal, yaitu Sumpah Palapa, pada tahun 1336. Inti dari isi Sumpah Palapa adalah keinginan dan ambisi Gajah Mada yang ingin menyatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Baca Juga: Gajah Mada Disebut Dalang Atas Tewasnya Raja Majapahit Jayanagara

Sumpah tersebut pun berhasil dibuktikan setelah Mahapatih Gajah Mada berhasil menaklukkan wilayah-wilayah Nusantara yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Malaka, sebelah Timur Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

Dalam kitab Negarakretagama disebutkan bahwa wilayah kekuasaan Majapahit sangat luas meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia sekarang.

Pada masa keemasan Raja Hayam Wuruk, Gajah Mada memiliki peranan yang cukup besar selama menjadi Mahapatih ia memiliki sikap yang tegas, bertanggung jawab dan juga berani. Berkat kegigihannya menjadi Mahapatih itu, ia berhasil membuat armada perang yang tangguh.

Gajah Mada juga dikenal memiliki strategi perang yang luar biasa kuat. Beberapa strategi Mahapatih Gajah Mada tersebut adalah Sapit Urang, yakni menempatkan prajurit dalam beberapa pasukan.

Pasukan pertama bisa bertindak menjadi tangan-tangan perkasa dari seekor udang. Dua kelompok pasukan pertama akan menjepit dan mengacaukan pihak musuh dari dua arah yang berlawanan. Sementara bagian tengah akan berhadapan dengan pihak lawan.

Pasukan ini akan membentuk garis melengkung bagaikan tapal kuda. Strategi kedua, Garuda Nglayang. Pada serangan ini, pasukan mengandalkan kekuatan pasukan yang besar dan meniru gerakan terbang burung garuda.

Panglima atau pemimpin berada di paruh, kepala, sayap, sementara anak buah bertingkah seperti burung garuda. Pemimpin utama juga akan berada di ekor sebagai posisi penyapu terakhir.

Kemudian, Empirit Neba, yaitu strategi membentuk formasi seperti burung gelatik dalam jumlah banyak yang sama-sama turun dari udara untuk mencari makanan padi. Biasanya strategi ini dilakukan oleh pasukan prajurit yang sudah putus asa, namun karena terjepit mereka pantang menyerah.

Strategi keempat ialah Cakra Byuha, strategi berupa formasi pengepungan. Tujuan formasi ini ialah untuk masuk ke tengah-tengah medan peperangan.

Formasi ini menghadap ke segala arah sesuai keadaan yang berkembang di medan perang.

Gajah Mada menjadi Mahapatih dari tahun 1336 hingga 1369 Masehi. Ia tercatat sudah mengabdi kepada tiga pemerintahan selama lebih dari tiga puluh tahun. Jika merujuk kepada kelahirannya, terdapat beberapa versi berbeda yang menceritakan tentang kelahiran Gajah Mada, sang Mahapatih Majapahit.

Dalam sebuah Kitab Usana Jawa, disebutkan bahwa Gajah Mada terlahir dari buah kelapa. Namun menurut Babad, Gajah Mada dikatakan lahir dari Dewa Brahma.

Setelah dewasa, Gajah Mada diambil oleh Mahapatih Majapahit untuk mengabdi kepada Jawa. Terlepas dari berbagai versi cerita kelahirannya, kehadiran Gajah Mada telah terbukti menyumbang kejayaan bagi Majapahit dan kekuatannya pun diakui di Nusantara.

Dari berbagai sumber/Maria Alexandra Fedho/Litbang MPI

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement