Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Tengah Ketegangan Politik, Astronaut AS Kembali ke Bumi Pakai Kapsul Rusia

Agregasi VOA , Jurnalis-Rabu, 16 Maret 2022 |06:30 WIB
Di Tengah Ketegangan Politik, Astronaut AS Kembali ke Bumi Pakai Kapsul Rusia
Astronaut (foto: dok BBC)
A
A
A

Terlepas dari konflik berdarah di sana, Kelly percaya kedua belah pihak “dapat bersatu” di luar angkasa.

“Kita membutuhkan contoh bahwa dua negara yang secara historis tidak bersahabat, masih dapat bekerja di suatu tempat dengan damai. Dan tempat itu adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional. Itu sebabnya kami harus berjuang untuk mempertahankannya,” ujar Kelly pada Associated Press.

NASA ingin mempertahankan stasiun luar angkasa itu hingga tahun 2030, seperti halnya badan antariksa Eropa, Jepang, dan Kanada. Sementara Rusia tidak berkomitmen melampaui tanggal akhir awal tahun 2024 atau lebih.

Amerika dan Rusia adalah operator utama pos orbit terluar itu, yang diawaki secara permanen selama 21 tahun. Warga Amerika secara teratur menumpang kapsul Soyuz Rusia yang bernilai puluhan juta dolar per kursi, hingga SpaceX mulai meluncurkan astronaut pada tahun 2020.

Badan antariksa Amerika dan Rusia masih mengerjakan sistem barter jangka panjang di mana seorang warga Rusia akan meluncur dengan kapsul SpaceX mulai musim gugur ini, sementara seorang warga Amerika akan terbang dengan Soyuz. Hal ini akan membantu memastikan kehadiran stasiun antariksa Amerika dan Rusia setiap saat.

Vande Hei (55), adalah seorang pensiunan kolonel Angkatan Darat. Ia pindah meluncur ke luar angkasa pada April 2021 lalu dengan Soyuz dari Kazakhstan bersama Pyotr Dubrov dan seorang warga Rusia lainnya. Ia dan Dubrov tinggal dua kali lebih lama dari biasanya untuk mengakomodasi kru film Rusia yang berkunjung ke sana pada Oktober lalu.

Ketika situasi di tempat dengan jarak 260 mil di bawah stasiun antariksa itu memanas bulan lalu, Vande Hei mengakui ia menghindari pembicaraan tentang Ukraina dengan Dubrov dan Anton Shkaplerov, komandan mereka yang juga warga Rusia. Tiga orang warga Rusia lainnya akan terbang dari Kazakhstan pada Jumat 18 Maret 2022 ini untuk menggantikan mereka.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement