Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bantuan Kemanusiaan untuk Ukraina Berisi Senjata dan Amunisi, Serikat Pekerja Gelar Protes

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 16 Maret 2022 |07:16 WIB
Bantuan Kemanusiaan untuk Ukraina Berisi Senjata dan Amunisi, Serikat Pekerja Gelar Protes
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

ROMA - Salah satu serikat pekerja terbesar Italia telah menyerukan protes di luar bandara Pisa setelah menerima informasi dari beberapa karyawan bahwa penerbangan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina ternyata mengangkut senjata dan amunisi, bukan makanan dan obat-obatan.

Beberapa pekerja di Bandara Galileo Galilei, Pisa menolak memuat salah satu penerbangan kargo yang disebut membawa bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Peti-peti yang diangkut dalam penerbangan itu ternyata tidak berisi makanan dan obat-obatan melainkan senjata, amunisi dan bahan peledak, demikian disampaikan Unione Sindacale di Base (USB) dalam sebuah pernyataan pada Senin (14/3/2022) malam.

“Kami sangat mengecam pemalsuan langsung ini, yang secara sinis menggunakan bantuan ‘kemanusiaan’ sebagai kedok untuk memicu perang di Ukraina,” kata USB sebagaimana dilansir RT.

Serikat pekerja mengatakan para pekerja menolak untuk memuat pasokan militer karena itu akan menyebabkan kematian rekan-rekan mereka di Ukraina, yaitu, mereka yang bekerja di pangkalan yang ditargetkan oleh serangan rudal Rusia, di mana senjata yang diproses melalui pangkalan Amerika Serikat (AS) dan NATO di Polandia dikirim. .

Francesca Donato, seorang anggota Parlemen Eropa Italia, mengomentari pernyataan serikat tersebut dengan meminta pemerintah di Roma untuk “mengklarifikasi” apa yang terjadi.

Sementara itu, pekerja pelabuhan di pelabuhan terdekat Livorno bergabung dengan protes pada Selasa (15/3/2022), memuji rekan-rekan bandara mereka karena membela nilai-nilai mereka.

"Kami mendukung rakyat Ukraina, Donbass dan Rusia dan kami tidak ingin terlibat dalam konflik ini," kata USB Porto Livorno dalam sebuah pernyataan.

USB menyerukan kontrol lalu lintas udara bandara Pisa untuk "segera memblokir penerbangan kematian yang menyamar sebagai bantuan kemanusiaan". Protes dengan slogan "jembatan perdamaian, bukan penerbangan perang" dijadwalkan di luar bandara pada Sabtu, 19 Maret.

Serikat pekerja juga meminta semua pekerja untuk menolak memuat senjata dan bahan peledak, dan untuk segera melakukan gencatan senjata dan pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 23 Februari, dengan mengatakan bahwa mereka perlu melakukan demiliterisasi dan “denazifikasi” pemerintah di Kiev yang menginginkan keanggotaan NATO dan senjata nuklir.

Pemerintah Ukraina menuduh Rusia melakukan serangan yang tidak beralasan. NATO telah menjanjikan bantuan militer dan kemanusiaan ke Kiev, sambil memberlakukan embargo yang meluas terhadap Rusia.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement