JAKARTA - Dalam salah satu wawancara, Benny Moerdani pada 1993 berkisah dirinya memiliki sepuluh tentara terbaik. Tetapi, tentaranya itu tidak diberi tempat, dan hanya lima orang yang kariernya melaju di ABRI.
"Lima orang lain yang dianggap tidak baik di de-Benny-isasi," demikian dikutip dari buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap.
Dalam wawancara itu pula, Benny pertama kali melontarkan istilah de-Benny-isasi, yang merupakan gerakan menyingkirkan orang-orang yang dianggap dekat dengan Benny Moerdani dan jaringan CSIS dari posisi jabatan-jabatan strategis di ABRI.
Padahal, saat masih menjadi tentara aktif, Benny selalu menanamkan kecintaan terhadap Soeharto, kepada para juniornya saat itu.
Baca juga: Kisah Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang Berhasrat Jadi Wakil Presiden
Meskipun Benny ditunjuk untuk menggantikan Letnan Jenderal Purnawirawan Poniman, sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan, pada masa itu Menteri Pertahanan dan Keamanan bukanlah jabatan yang mentereng. Kementerian ini hanya dianggap sebagai pelengkap kursi kabinet.
Sementara para loyalisnya yang ikut dipinggirkan, seperti Teddy Rusdy, yang dikenal sebagai salah satu loyalis Benny, memilih pensiun dini dengan pangkat marsekal muda. Jabatan terakhirnya asisten perencanaan umum. Jabatan ini cukup mentereng di kalangan intel yang ia emban selama enam tahun sejak 1986.
Sebanyak tiga kali Soeharto meminta Jenderal Try Sutrisno, yang merupakan pengganti Benny sebagai Panglima ABRI, untuk mengganti Teddy karena kedekatannya dengan Benny. Tekanan-tekanan tersebut jugalah yang membuat Teddy memutuskan untuk pensiun dini.
Kemudian ada sahabat Benny yang lainnya, seperti Dading Kalbuadi, yang dikenal saat memimpin Operasi Seroja di Timor Timur, yang juga ikut tersingkir. Namun, akhirnya Benny menarik Dading menjadi Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan.
Nama-nama tenar di kalangan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kala itu, seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Sintong Panjaitan, juga tak lagi mendapat jabatan strategis. Mereka dianggap sebagai orang-orang binaan Benny.
Meskipun sadar jika ia ikut terkena dampak dari dicopotnya Benny sebagai Panglima ABRI, Luhut Pandjaitan tidak menyesal telah berpegang kepada ajaran Benny Moerdani.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.