Share

Jelang MotoGP Mandalika, Warga Ebunut Gelar Ritual Pejambek di Bawah Patung Jokowi

edy gustan, Koran SI · Kamis 17 Maret 2022 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 340 2563413 jelang-motogp-mandalika-warga-ebunut-gelar-ritual-pejambek-di-bawah-patung-jokowi-aFZPXFvTUh.jpg Warga menggelar ritual di bawah patung Jokowi di Sirkuit Mandalika (Foto: MNC Portal)

MANDALIKA - Sekelompok masyarakat Dusun Ebunut, Desa Pujut, Kecamatan Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar ritual syukuran di bawah Patung Joko Widodo (Jokowi), tepat di pintu masuk utama Sirkuit Mandalika.

Para warga membawa dulang saji berupa makanan, setumpuk daun sirih, dan lain sebagainya. Sesajian yang akrab disebut dulang ronjok oleh masyarakat Sasak itu biasanya disajikan usai menggelar doa.

Kepala Dusun Ebunut, Rahmat Panye mengatakan bahwa ritual itu dilakukan secara spontanitas dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

“Ini sebagai wujud syukur kami atas keberadaan sirkuit Mandalika ini,” kata Rahmat Panye kepada wartawan Kamis (17/3/2022).

Ia mengatakan bahwa Dusun Ebunut merupakan salah satu dusun yang menjadi lokasi pelaksanaan MotoGP Mandalika. Di Dusun inilah Sirkuit Mandalika dibangun sehingga sukses beberapa kali menggelar balapan.

Baca juga: MotoGP Mandalika Momentum Kebangkitan Ekonomi RI, UMKM hingga Perhotelan Kecipratan Untung

Alasannya dilaksanakan di bawah Patung Jokowi lantaran mantan Wali Kota Solo itu merupakan pemimpin yang punya pengruh besar atas pembangunan Sirkuit Mandalika.

Menurut Rahmat, di masa kepemimpinan Jokowi pula pembangunan Sirkuit Mandalika benar-benar dieksekusi.

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika, Ratusan Bus dari Bali Menyeberang ke Lombok

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Selain menggelar zikir dan doa bersama, sekelompok masyarakat Dusun Ebunut ini juga mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan MotoGP Mandalika yang dihelat pada Jumat 18 Maret 2022.

Ritual bejambek ini, kata Rachmat juga dilakukan agar pelaksanan balap motor kelas dunia itu berjalan sukses. “Kami berdoa semoga balapan yang berlangsung selama tiga hari ke depan berjalan sukses tanpa hambatan,” ungkapnya.

Haji Lalu Zakaria, tokoh agama setempat mengatakan ritual dan doa itu diyakini dapat mendatangkan energi positif di kawasan Mandalika. Lagi pula, masyarakat di kawasan itu selama ini dikenal sangat menjunjung tinggi nilai luhur dan nilai budaya.

Haji Zakaria senang dengan terselenggaranya MotoGP. Terlebih, suasana saat ini menurutnya sangat jauh berbeda dengan dulu. “Kami bersyukur kalau dulu kawasan ini desa sekarang sudah berubah seperto kota metropolitan,” ungkapnya.

Ritual masyarakat Ebunut itu karuan mengundang perhatian pengunjung dan penonton MotoGP. Itu setidaknya menjadi hiburan tersendiri bagi mereka sambil menikmati suasana sore di Sirkuit Mandalika.

Baca juga: Aksi Kocak Erick Thohir Main TikTok Bareng Luca, Adik Rossi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini