JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menganggap invasi militer yang dilakukan Rusia kepada Ukraina merupakan momentum Indonesia untuk peka terhadap pertahanan negara. Indonesia harus bisa memperkuat pertahanan lewat sumber daya dan alutsista yang ada.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam, Intelijen dan Siber Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M.si awalnya menyinggung soal adagium ‘Si vis pacem, para bellum’. Peribahasa latin tersebut menandakan bahwa untuk mencapai perdamaian maka harus siap berperang.
"Ini apa? Ini kita harus mempersiapkan baik itu dalam hal SDM, alutsista dan lain sebagainya, tadi saya sampaikan bahwa kita tidak bisa setop untuk kita terus secara konsisten membangun kapabilitas militer," tutur Nuning sapaan akrabnya, dalam webinar Partai Perindo, Jumat (18/3/2022).
Baca juga: Ketua DPP Perindo Bidang Hankam Sebut Perang Rusia-Ukraina Timbulkan Efek Domino
Menurutnya, hal ini terlihat dari Indonesia yang utamanya tengah berjuang dalam menjaga eskalasi yang terjadi di Laut China Selatan. Penguatan pertahanan menurutnya penting dalam menjaga kedaulatan NKRI.
"Dalam hal ini tentu kita harus waspada, bahwa kita tidak bisa berdiam diri sendiri saja, melihat perkembangan yang ada pada perang ini," ucapnya.
Apalagi, perang Rusia-Ukraina ini menurutnya juga menjadi sorotan warga Indonesia kalangan muda yang luar biasa, lantaran menyangkut masa depan Indonesia. Oleh karenanya, Nuning mengatakan bahwa Pemerintah harus mulai bersiap diri lewat penguatan pertahanan negara.
"Komponen utama yaitu TNI dan komponen cadangan dan seluruh unsur di dalam masyarakat juga harus bersiap dalam melihat perkembangan efek perang Rusia-Ukraina, walaupun sifatnya efek domino." pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.