Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perang Rusia-Ukraina Perparah Krisis Kemanusiaan yang Terlupakan di Yaman

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 20 Maret 2022 |18:30 WIB
Perang Rusia-Ukraina Perparah Krisis Kemanusiaan yang Terlupakan di Yaman
Foto: Muslim Hands.
A
A
A

SANAA - Ketika perhatian dunia menuju ke Ukraina, "krisis kemanusiaan terparah di dunia”, situasi yang digambarkan PBB di Yaman, semakin memburuk. 

Upaya PBB baru-baru ini untuk menggalang dana di Yaman tidak menghasilkan. PBB berharap menggalang sekitar USD4 miliar sampai 16 Maret namun hanya menerima sepertiga dari jumlah ini.

BACA JUGA: Dampak Perang Ukraina, Krisis Kelaparan di Yaman Memburuk 

"Dengan perang di Ukraina, harga-harga di Yaman meningkat dua kali lipat, khususnya harga tepung. Satu kantung sekitar USD21-USD25, sekarang mencapai USD50," kata Sarah Shawqi, dari Muslim Hands, yayasan yang memiliki lima pabrik roti di Yaman.

"Kami harus mengurangi biaya dari tempat lain agar dapat tetap menyediakan roti."

Bagi sekira 25.000 orang yang menerima bantuan, roti dari yayasan ini adalah makanan yang mereka miliki setiap hari, kata Shawqi. "Kami bantu mereka yang rentan, anak yatim piatu, orang yang cacat dan para perempuan."

Yaman, negara termiskin di Timur Tengah dan kawasan Afrika Utara, mengimpor sekira 90% makanan. Menurut Bank Dunia, sekira 40% gandum Yaman diimpor dari Ukraina dan Rusia.

Para pekerja bantuan Muslim Hands kepada BBC mengatakan, mereka khawatir naiknya harga dapat menghentikan proyek-proyek kemanusiaan seperti yang mereka jalankan.

BACA JUGA: Ekonomi Hancur Imbas Perang, Warga Yaman Beridul Adha dengan Kurban Ayam

Raidha Mothana Ali, seorang janda dengan lima anak di Aden, adalah salah seorang yang menggantungkan hidup dari bantuan yayasan itu.

"Saya sangat kekurangan keperluan mendasar. Saya tak punya gaji tetap. Saya dan anak-anak mendapat dua potong roti setiap hari, dan hanya itu yang kami makan. Saya tak tahu lagi apa yang harus saya lakukan, bila mereka tak lagi memberikan bantuan roti kepada kami," katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement