Karena jasa-jasanya dalam bidang pendidikan di Indonesia itu pula, yang membuat Ki Hadjar Dewantara dijuluki sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia.
Hal tersebut juga yang membuat Benny Moerdani mempercayai jika Taman Siswa nantinya dapat membantu dalam pembangunan sekolah tersebut. Karena pengaruh Ki Hadjar Dewantara sebagai pakar pendidikan dan seorang nasionalis dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Lalu dibuatlah kesepakatan kerja sama antara ABRI dan Taman Siswa. Isi kesepakatan tersebut antara lain, Taman Siswa membentuk Yayasan Kebangkitan Nasional, sedangkan ABRI mendirikan Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman. Kemudian kedua yayasan tersebut membentuk Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara.
Akhirnya Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara berhasil didirikan di atas lahan seluas 23,5 hektare. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti gedung-gedung bertingkat, poliklinik, stadion, kolam renang, menara panjat tebing, dan lapangan basket.
(Awaludin)