Andrei Kostin
Sea Rhapsody juga sedang berlayar. Kapal itu dikaitkan dengan Andrei Kostin, presiden bank milik pemerintah Rusia, VTB, yang diberi sanksi oleh AS, Uni Eropa, dan Inggris.
Kapal yang memiliki sebuah bioskop dan pusat kebugaran itu meninggalkan Fethiye di Turki pada 18 Februari, menuju Oman. Pada 3 Maret Sea Rhapsody tiba di Seychelles, dan tetap tinggal sejak itu.
Oleg Deripaska
Superyacht lainnya belum berlayar. Salah satunya adalah Clio yang terkait dengan Oleg Deripaska, seorang pengusaha yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Putin, dan juga telah diberi sanksi oleh Inggris dan AS.
Kapal itu dilengkapi kapal speedboat bernama Sputnik, yang dilengkapi dengan helipad. Saat ini, kapal itu berada di dekat Maladewa.
Beberapa superyacht lain yang terkait dengan sanksi Rusia berada di Maladewa, atau setidaknya berada di dekat negara itu. Termasuk Ocean Victory yang terkait dengan Viktor Rashnikov dan Nord yang terkait dengan Alexei Mordashov.
Madame Gu, yang terkait dengan Andrey Skoch yang telah diberi sanksi oleh UE dan Inggris, berada di Dubai.
Maladewa, Seychelles, dan Dubai tidak memiliki perjanjian dengan AS, Inggris, maupun Uni Eropa. Artinya, pihak berwenang di kawasan itu tidak menyita kapal tersebut.
Yacht yang berada di sana terlindung dari sanksi apapun.
Tapi mereka mungkin tidak bisa tinggal di perairan yang aman selama yang mereka mau.
"Benda-benda ini hidup, mereka membutuhkan perawatan, jadi kapal-kapal itu membutuhkan pelabuhan yang dapat memenuhi kebutuhannya," kata Capucine de Vallée, CEO Boat Bookings. "Semua galangan kapal terkemuka ada di Eropa utara."
Dia yakin produsen mungkin berhenti menawarkan suku cadang dan perawatan karena sanksi.
Dari sembilan superyacht yang terkait dengan sanksi Rusia, hanya satu yang berlabuh di perairan Eropa.
Tango, yang terkait dengan Viktor Vekselberg, berlabuh di lepas pantai Palma di Spanyol. Vekselberg berada di bawah sanksi AS dan Inggris, tapi tidak mendapatkan sanksi dari Uni Eropa.