JAKARTA - Pemerintah telah mengumumkan masyarakat Indonesia bisa melaksanakan mudik pada Idul Fitri tahun 2022. Namun, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan vaksinasi Covid-19 booster.
Kabid Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sonny Harry Harmadi meminta masyarakat untuk tidak memilih-milih jenis vaksin yang akan diterima saat mendatangi sentra vaksinasi baik untuk dosis satu, dosis dua, maupun booster.
Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Perbolehkan Mudik Lebaran
Ia menyebutkan, jumlah vaksin Covid-19 yang ada saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat khususnya menjelang libur Idul Fitri 2022 pada akhir April hingga awal Mei 2022 mendatang.
"Surat Edaran Kasatgas sedang disiapkan untuk pelaku perjalanan dalam negeri. Sentra vaksinasi booster sama dengan tempat dosis pertama dan kedua. Kita ada 583 juta dosis vaksin, dimana vaksinasi booster 180 juta dosis. Mereka bisa mendatangi sentra vaksinasi. Jaraknya diperpendek dari 6 bulan jadi 3 bulan," ujar Sonny Harmadi, Sabtu (26/3/2022) dalam diskusi polemik Trijaya yang mengangkat tema 'Mudik, Booster dan Masker'.
Ia mengakui, angka vaksinasi Covid-19 belum maksimal karena masih banyak masyarakat yang cenderung pilih-pilih merk vaksin yang tersedia di satu sentra lokasi vaksinasi Covid-19.
"Yang ada masyarakat kadang-kadang pilih-pilih jenis vaksin booster nya. Vaksinasi Covid-19 gratis, banyak, asal jangan pilih-pilih," kata Sonny Harmadi.
Ia mengungkapkan saat musim mudik nanti rencananya akan ada pos pemeriksaan di jalan tol di rest area. Pihaknya menekankan sosialisasi secara masif untuk kesadaran diri sehingga baik diperiksa ataupun tidak diperiksa masyarakat sudah melaksanakan vaksinasi dan menjaga prokes demi melindungi keluarga mereka di kampung halaman.
"Masyarakat bukan menghindari pemeriksaan melainkan mentaati peraturan yang ada. Karena kesadaran cukup tinggi data dari BPS," tambahnya.
Dalam Operasi Ketupat 2022, Satgas Covid-19 nasional menyebutkan ada rencana stakeholder terkait memperbanyak titik dan petugas terkait untuk mengantisipasi lebaran kali ini dari antrian dan kepadatan.
"Secara teknis masih dalam pembahasan. Pemeriksaan tentunya menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sertifikat vaksin secara digital. Semoga ada percepatan vaksinasi booster," ujar Sonny Harmadi.
Ia menekankan apapun tujuan berpergian akan tetap menerapkan standar prokesnya sama. "Kalau dalam bencana ada pencegahan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan), mitigasi (menurunkan kerentanan dengan syarat vaksinasi booster), dan ketiga adalah kesiapsiagaan," tuturnya.
Pihak Satgas Covid-19 nasional juga akan membuat panduan Ramadhan Idul Fitri dan Mudik Aman Covid-19 sebagai panduan sederhana masyarakat saat berpergian.
"Termasuk untuk daerah wisata yang menjadi tujuan mobilitas masyarakat yang melaksanakan libur idul Fitri. Sejak awal fasilitas publik (obyek wisata) perlu memiliki Satgas Covid-19, untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan. Mereka memiliki mitigasi pengawasan yang harus lebih ketat selain memberikan pengumuman melalui pengeras suara dan poster/spanduk," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.