Share

AS dan Filipina Gelar Latihan Militer Gabungan Terbesar, Kerahkan 9.000 Tentara Selama 12 Hari

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 Maret 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 18 2569639 as-dan-filipina-gelar-latihan-militer-gabungan-terbesar-kerahkan-9-000-tentara-selama-12-hari-cCmkVAYVgK.jpg Latihan militer gabungan antara AS dan Filipina (Foto: AP)

FILIPINA - Latihan militer gabungan telah dimulai antara Amerika Serikat (AS) dan Filipina di negara Pasifik, dengan hampir 9.000 tentara Filipina dan AS mengambil bagian dalam latihan 12 hari itu.

Latihan perang tersebut menandai latihan terbesar yang pernah diadakan di negara kepulauan itu, yang mencerminkan penguatan hubungan antara kedua negara.

Latihan bersama adalah acara tahunan tetapi telah ditunda pada tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19 dan kekhawatiran tentang potensi wabah di antara pasukan. Pada upacara pembukaan acara di Manila, panglima militer Filipina Jenderal Andres Centimo menyatakan bahwa hal itu mencerminkan aliansi yang semakin dalam antara kedua belah pihak.

 Baca juga: NATO-Ukraina Latihan Militer Bersama di Laut Hitam

Mayor Jenderal AS Jay Bargeron mengungkapkan sentimen serupa, menggambarkan persahabatan dan kepercayaan antara angkatan bersenjata kedua negara, dan bekerja untuk berhasil bersama di seluruh spektrum operasi militer.

Baca juga: Korut Peringatkan Korsel soal Latihan Militer dengan AS

Latihan tersebut akan melihat kedua belah pihak bekerja sama dalam operasi amfibi, kontraterorisme, bantuan bencana, bantuan kemanusiaan, pelatihan tembakan langsung dan keamanan maritim.

Diketahui, sebelumnya ada beberapa perselisihan antara AS dan Filipina setelah Presiden Rodrigo Duterte menyatakan bahwa ia berencana untuk mengakhiri Perjanjian Pasukan Kunjungan, yang memberi hak kepada AS untuk mengadakan latihan bersama di Filipina pada Februari 2020 lalu.

Latihan militer terbaru ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Indo-Pasifik, setelah Australia menuduh China pada minggu ini untuk "mengintimidasi" Canberra, setelah rancangan perjanjian keamanan antara Beijing dan Kepulauan Solomon bocor.

Kerangka kerja yang diusulkan, yang muncul di media sosial (medsos) pada Kamis (24/3) lalu, akan memberi China kesempatan untuk mengerahkan personel militer ke negara Pasifik untuk melindungi keselamatan personel China dan proyek-proyek besar.

“Kami terlibat karena kami tidak buta terhadap taktik orang lain yang sedang melalui proses mencoba membatasi kapasitas pergerakan kami dan mengintimidasi kami,” kata Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini