Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesan Sarinah untuk Bung Karno: Cintai Ibumu dan Rakyat Jelata!

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2022 |07:31 WIB
Pesan Sarinah untuk Bung Karno: Cintai Ibumu dan Rakyat Jelata!
Soekarno (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Soekarno tampaknya memiliki kisah yang teramat dalam dengan gadis bernama Sarinah. Bahkan, nama ini dia sematkan untuk sebuah pusat perbelanjaan yang merupakan BUMN.

Dalam buku biografi ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karya Cindy Adams, Soekarno berbicara mengenai Sarinah. Sarinah, kata Bung Karno, adalah gadis pembantu yang membesarkannya. Sarinah juga yang kerap membisikan pesan-pesan untuk Bung Karno terhadap cinta kasih.

"Dialah yang mengajarku untuk mengenal cinta‐kasih. Aku tidak menyinggung pengertian jasmaniahnya bila aku menyebut itu. Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata," ungkap Soekarno dikutip dari buku tersebut.

"Selagi ia memasak di gubuk kecil dekat rumah, aku duduk di sampingnya dan kemudian ia berpidato, "Karno, yang terutama engkau harus mencintai ibumu. Akan tetapi kemudian engkau harus mencintai pula rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya," ungkap Bung Karno.

Baca Juga: Kisah Bung Karno 'Temukan' Makam Imam Bukhori di Uzbekistan

Dia melanjutkan, walau menjadi pembantu, Sarinah tidak diperlakukan tidak seperti pembantu menurut pengertian orang barat. Pekerjaan yang ada, selalu dikerjakan secara gotong royong.

"Dalam masyarakat yang asli kami tidak mengenal kerja dengan upah. Manakala harus dilakukan pekerjaan yang berat, setiap orang turut membantu engkau perlu mendirikan rumah? Baik, akan kubawakan batu tembok; kawanku membawa semen. Kami berdua membantumu mendirikannya. ltulah gotong royong," jelas dia.

Baca Juga: Lakon Bung Karno di Panggung Tonil Monte Carlo

Bantu‐membantu. Sarinah adalah bagian dari rumah tangga. Tidak kawin. Bagi keluarga Bung Karno dia seorang anggota keluarga kami. "Dia tidur dengan kami, tinggal dengan kami, memakan apa yang kami makan, akan tetapi ia tidak mendapat gaji sepeser pun," jelas dia.

Sarinah adalah nama yang biasa. Akan tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita yang biasa. Ia adalah satu kekuasaan yang paling besar dalam hidup Soekarno.

"Di masa mudaku aku tidur dengan dia. Maksudku bukan sebagai suami‐isteri. Kami berdua tidur di tempat tidur yang kecil. Ketika aku sudah mulai besar, Sarinah sudah tidak ada lagi," jelas dia.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement