Share

Rusia: Tak Ada Terobosan dalam Pembicaraan Damai dengan Ukraina

Agregasi VOA, · Kamis 31 Maret 2022 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 18 2570714 rusia-tak-ada-terobosan-dalam-pembicaraan-damai-dengan-ukraina-fZwdR6RAaL.JPG Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada perundingan damai Rusia-Ukraina di Istanbul, 29 Maret 2022. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Rusia mengatakan pada Rabu (30/3/2022) bahwa masih belum ada tanda-tanda terobosan dalam pembicaraan damai dengan Ukraina. Pernyataan itu disampaikan di tengah munculnya berbagai laporan bahwa Moskow melanggar janji akan mengurangi operasi militer di pinggiran Kiev dan kota Chernihiv di Ukraina utara.

Kebuntuan itu terjadi sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara pada Rabu dengan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelensky.

BACA JUGA: Pembicaraan Damai Berlangsung, Rusia Secara Drastis Hentikan Aktivitas Militer di Ukraina

“Kedua pemimpin membahas bagaimana Amerika Serikat bekerja sepanjang waktu untuk memenuhi permintaan bantuan utama keamanan dari Ukraina, dampak penting dari senjata itu terhadap konflik, dan upaya lanjutan oleh Amerika Serikat dengan sekutu dan mitra dalam upaya mengidentifikasi kemampuan tambahan untuk membantu militer Ukraina mempertahankan negaranya,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

“Presiden Biden memberi tahu Presiden Zelensky bahwa Amerika Serikat hendak memberikan bantuan anggaran langsung kepada pemerintah Ukraina sebesar USD500 juta,” tambah Gedung Putih.

BACA JUGA: Tolak Barat dalam Pembicaraan Damai dengan Ukraina, Rusia: Mereka Tidak Bisa Dipercaya

Dikatakan bahwa pemimpin Ukraina itu melaporkan perkembangan terkini kepada Biden tentang status negosiasi.

Seruan dan kebuntuan dalam pembicaraan perdamaian itu terjadi sementara informasi intelijen yang tidak lagi masuk klasifikasi rahasia menunjukkan invasi Rusia selama lebih dari sebulan ke Ukraina menyebabkan keretakan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan para penasihat militer seniornya.

“Sekarang ada ketegangan terus-menerus antara Putin dan Kementerian Pertahanan,” kata seorang pejabat AS kepada VOA Rabu. Dia berbicara dengan syarat anonim untuk membahas informasi tersebut.

“Penasihat seniornya terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya kepadanya,” kata pejabat itu. Dia menambahkan bahwa informasi intelijen menunjukkan para pembantu Putin telah memberinya informasi yang salah tentang kemajuan pasukan Rusia serta dampak sanksi terhadap ekonomi Rusia.

Intelijen militer Inggris Rabu juga memberikan indikasi lebih lanjut tentang militer Rusia yang kewalahan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini