Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Pahlawan Nasional dari Papua, Ada yang Diabadikan di Lembaran Rupiah

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 31 Maret 2022 |05:01 WIB
4 Pahlawan Nasional dari Papua, Ada yang Diabadikan di Lembaran Rupiah
Silas Papare. (Foto: ist.)
A
A
A

JAKARTA - Pahlawan dari tanah Papua mungkin jarang kita dengar namanya. Namun, sederet putra Papua telah membuktikan sumbangsihnya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Berikut daftar pahlawan nasional yang berasal dari Papua:

BACA JUGA: Deretan Sultan Nusantara yang Raih Gelar Pahlawan Nasional

1. Silas Papare


Silas Papare lahir pada 18 Desember 1918 di Serui Yapen Waropen, Papua. Ia pernah dipercayai Belanda sebagai tenaga intelijen dan bahkan menjadi tentara sekutu. Ketika mendengar Indonesia telah merdeka, ia langsung keluar dari pekerjaannya dan berbalik menyerang Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan. Ia pernah beberapa kali dipenjara dan bertemu dengan Dr. Sam Ratulangi.

Silas pernah mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) pada November 1946. Ia memiliki cita-cita untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia dengan cara mengakhiri penjajahan Belanda. Pada Oktober 1949, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI.

Pada tahun 15 Agustus 1496, Silas diangkat menjadi wakil delegasi RI dalam penandatanganan Persetujuan New York. Pada 1 Mei 1963 Irian Barat pun resmi menjadi wilayah Republik Indonesia. Silas Papare kemudian diangkat menjadi Pahlawan Nasional melalui SK Nomor 077/TK/1993 dan diberikan gelar pada 14 September 1993.

BACA JUGA: Deretan Tokoh NU yang Diangkat Jadi Pahlawan Nasional

2. Marthen Indey


Lahir pada 14 Maret 1912 di Doromena, Jayapura, Marthen Indey mengawali kariernya sebagai anggota polisi Hindia Belanda. Ia pernah ditugaskan untuk mengawasi pejuang-pejuang Indonesia yang diasingkan Belanda. Pada saat menjalankan tugasnya itu, ia berkenalan dengan tahanan politik Sugoro Atmoprasojo, bekas guru Taman Siswa.

Dari perkenalan itu, timbul rasa nasionalisme dalam Marthen. Ia pernah merencanakan menangkap aparat pemerintah Hindia Belanda, namun aksi tersebut gagal dan membuatnya dipindahkan ke tempat terpencil.

Marthen merupakan salah satu tokoh dalam pembebasan Irian Barat dari Penjajahan Belanda. Pada Januari 1962 di masa Tri Komando Rakyat, ia menyusun kekuatan gerilya dan membantu menyelamatkan anggota RPKAD. Ia juga menyampaikan Piagam Kota Baru kepada Soekarno, yang berisi tekad rakyat Irian Jaya untuk setia kepada NKRI. Setelah Irian Barat resmi menjadi wilayah RI, ia kemudian diangkat menjadi anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) mewakili Irian Jaya. Marthen Indey meninggal pada 17 Juli 1986 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 14 September 1993 melalui SK Nomor 077/TK/1993.

3. Johannes Abraham Dimara

Johannes Abraham Dimara merupakan salah satu pahlawan yang memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan Republik Indonesia. Pada 1950 ia diangkat menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat. Ia pernah menjadi anggota TNI dan melakukan infiltrasi pada 1954. Atas tindakannya itu, ia ditangkap oleh tentara Kerajaan Belanda dan dibuang ke Digul.

Ia pernah meminta bantuan Yos Sudarso selaku kapten Kapal Sindoro untuk merapat di pelabuhan dan menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan. Ia juga berperan dalam penyatuan wilayah Irian Barat ke dalam NKRI. Pada tahun 1962, ia menjadi salah satu delegasi bersama Menteri Luar Negeri Indonesia dalam Perjanjian New York. Isi perjanjian tersebut mengharuskan Kerajaan Belanda menyerahkan Irian Barat ke Republik Indonesia.

Tokoh yang lahir pada 16 April 1916 di Korem, Biak Utara dan meninggal pada 20 Oktober 2000 di Jakarta ini dianugerahi gelar pahlawan atas jasa-jasanya. Johannes Abraham Dimara mendapat gelar Pahlawan Nasional melalui SK Nomor 052/TK/Tahun 2010 pada 08 November 2010.

4. Frans Kaisiepo


Frans Kaisiepo merupakan salah satu pahlawan nasional Papua yang wajahnya terpampang pada lembaran uang Rp10.000. Ia lahir pada 10 Oktober 1921 di Wardo, Biak, Papua. Pada 31 Agustus 1945, ketika Papua masih diduduki Belanda, ia menjadi orang pertama yang berani mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua. Pada Juli 1946, ia menjadi utusan Nederlands Niew Guinea dan satu-satunya orang Papua yang hadir di Konferensi Malino Sulawesi Selatan.

Frans pernah mendirikan Partai Indonesia Merdeka di Biak dengan tujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tanah Papua, meski Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya. Ia juga pernah mendirikan Partai Irian Sebagian Indonesia untuk menuntut penyatuan Papua dengan Republik Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh yang berperan aktif menyatukan Papua sebagai bagian dari Indonesia. Gubernur keempat Papua ini meninggal pada 10 Juli 1979. Frans Kaisiepo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 14 September 1993 melalui SK Nomor 077/TK/1993 karena jasa-jasanya itu.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement