Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebelum Lebaran, Penyintas Erupsi Semeru Bisa Tinggal di Huntap dan Huntara

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 31 Maret 2022 |19:27 WIB
Sebelum Lebaran, Penyintas Erupsi Semeru Bisa Tinggal di Huntap dan Huntara
Hunian bagi penyintas erupsi Gunung Semeru (Foto: Dok BNPB)
A
A
A

LUMAJANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi penyintas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Bersama pemerintah daerah, BNPB menargetkan mereka yang masih berada di pos-pos pengungsian dapat menempati huntap dan huntara pada tahap pertama sebelum lebaran.

Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengharapkan, sejumlah unit tersebut dapat selesai dengan dilengkapi infrastruktur dan fasilitas, seperti air dan listrik. Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang di lokasi relokasi, Desa Sumbermujur, pada Kamis (31/3/2022).

Baca Juga:  2 Bulan Tertimbun Material Erupsi Gunung Semeru, Jenazah Ditemukan Tinggal Belulang

Sementara pemerintah daerah memproyeksikan 300 hingga 478 unit yang dapat dirampungkan pada tahap awal ini. "Harapannya sebagian masyarakat dapat dipindahkan di sini (relokasi) target kita paling tidak satu atau dua minggu ini 300-478 keluarga atau mereka yang masih berada di pengungsian," ujar Suharyanto di lokasi relokasi Desa Sumbermujur, Kabupaten Lumajang, melalui keterangan tertulis.

Perkembangan per hari ini, fasilitas listrik telah tersedia dan tinggal menunggu data pelanggan. Pihak PLN akan membutuhkan waktu satu minggu untuk instalasi akhir pada sejumlah unit yang menjadi target tadi. Sedangkan ketersediaan air, sejumlah titik telah dapat diakses. Pemenuhan target unit huntap dan huntara akan difokuskan pada blok Kamar Kajang.

Percepatan huntap dan huntara tahap pertama ini menindaklanjuti kunjungan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu. Saat itu, pesan yang diharapkan yaitu masyarakat yang masih berada di pengungsian sudah menempati huntap dan huntara sebelum lebaran.

Baca Juga:  Gunung Semeru Kembali Luncurkan 2 Kali APG pada Dini Hari

Pemerintah daerah yang didukung BNPB dan kementerian terkait memiliki waktu tiga hingga empat minggu. Selain itu, kata Suharyanto, Presiden Joko Widodo juga selalu memantau perkembangan pembangunannya.

"Bapak Presiden juga selalu memonitor pelaksanaan pembangunan huntara dan huntap ini," tambahnya dalam rapat koordinasi perkembangan huntap dan huntara pascaerupsi Semeru.

Suharyanto menambahkan, relokasi ini dapat menjadi contoh atau role model, seperti dari sisi kecepatan, penyiapan lahan dan segi apapun. Ini dibuktikan dengan rentang waktu penanganan darurat bencana hingga penyiapan sampai proses pembangunan saat ini.

BNPB mengharapkan sinergi bersama untuk mempercepat penyelesaian huntap dan huntara, termasuk dukungan lembaga-lembaga nonpemerintah atau lembaha swadaya masyarakat (LSM). Suharyanto mengatakan bahwa para lembaga itu membantu secara sukarela dan bekerja keras untuk membangun huntara.

Di sisi lain, sambung Suharyanto, apabila ada kendala di lapangan yang dihadapi dapat dikoordinasikan dengan BNPB maupun pemerintah daerah. Dia mencontohkan, prediksi awal membangun huntara itu mungkin harganya akan berbeda karena faktor cuaca hujan, jaraknya jauh, tenaga kerja, atau harga material. Tercatat 55 lembaga nonpemerintah telah menyelesaikan pembangunan unit huntara.

Progres sampai dengan 30 Maret 2022 sebanyak 1.656 unit huntap dan huntara dalam proses dibangun di 8 cluster dusun dan 115 blok hunian dengan progress fisik sebesar 48,45 persen. Dari total hunian, sebanyak 1.427 unit Risha di antaranya telah 100 persen terpasang.

Huntap dan huntara pada lahan seluas 81 hektare ini berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Huntara yang akan dibangun berukuran 4,8 m x 6 m.

Sedangkan untuk huntap berukuran 6 x 6 m. Hunian tersebut dibangun pada tanah seluas 10 x 14 meter untuk setiap kepala keluarga. Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang masa transisi darurat ke pemulihan bencana selama 90 hari, terhitung 25 Maret hingga 22 Juni 2022.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement