Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Kualitas Udara Pengaruhi Perubahan Iklim

Erfan Maaruf , Jurnalis-Jum'at, 01 April 2022 |13:50 WIB
BMKG: Kualitas Udara Pengaruhi Perubahan Iklim
BMKG (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kualitas udara memiliki pengaruh pada terjadinya perubahan iklim. Hal tersebut berdasarkan temuan BMKG terkait dengan status informasi kualitas udara Indonesia.

Hal itu dikatakan Koordinator Sub Bidang Informasi Gas Rumah Kaca BMKG Alberth Nahas. Dia menyebut tren konsentrasi kualitas udara, khususnya di daerah-daerah tertentu masih menunjukkan adanya tingkat polusi yang cukup tinggi.

"Terdapat keterkaitan apabila kualitas udara suatu wilayah buruk, masalah perubahan iklimnya juga meningkat akibat kenaikan suhu yang terjadi,” ujar Alberth dalam keterangannya, Jumat (31/3/2022).

Dalam pantauan BMKG, Alberth menjelaskan bahwa di Jakarta serta beberapa kota di pulau Sumatera tren particulate matter (PM) 2,5 masih lumayan tinggi. Kemudian, lanjutnya, berdasarkan monitoring dari BMKG di salah satu lokasi di Sumatera menunjukkan bahwa tren gas rumah kaca khususnya untuk konsentrasi CO2 juga terus meningkat.

Baca juga: BMKG Pantau Ketinggian Hilal Awal Ramadhan di 34 Provinsi

“Dan dari BMKG sendiri, kami sudah melakukan monitoring terhadap perubahan temperatur ini dan dari data yang kami miliki sejak tahun 1980 sampai dengan tahun 2021 kemarin, memang tercatat adanya peningkatan temperatur secara rata-rata di seluruh Indonesia, seluruhnya diambil semua melalui stasiun BMKG,” imbuhnya.

Baca juga: BMKG : Kelompok Petani dan Nelayan Rentan Terdampak Perubahan Iklim

Alberth mengungkapkan, kenaikan temperatur ini memiliki dampak terhadap perubahan iklim yang menyebabkan perubahan pola musim. Misalnya, ia mencontohkan, musim hujan yang seharusnya terjadi di bulan-bulan tertentu, kemudian bergeser, begitu pula sebaliknya dengan perubahan musim kemarau.

“Dan dampak atau konsekuensinya bisa terjadi bencana seperti banjir, juga kebakaran hutan dan lahan kabut asap yang semuanya semuanya turunan dari apa yang terjadi karena perubahan iklim,” ucapnya.

Menurut Alberth, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan langkah yang harus diambil, tidak hanya secara regulasi dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat secara umum untuk meminimalkan dampak iklim itu sendiri.

Ia menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap kualitas udara dan akan terus disampaikan ke publik secara berkala.

“Kami melakukan monitoring untuk parameter kualitas udara yang terkait dengan konsentrasi gas rumah kaca di udara background dan juga untuk parameter pencemaran udara seperti pm 2.5 yang lebih dekat dampaknya terhadap perubahan iklim,” pungkasnya.

Baca juga: Terkait Perubahan Iklim, Jokowi Tekankan 5 Hal Ini

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement