Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Protes Kebijakan, Pangeran Hamzah dari Yordania Lepas Gelar Kerajaan

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 04 April 2022 |08:49 WIB
Protes Kebijakan, Pangeran Hamzah dari Yordania Lepas Gelar Kerajaan
Pangeran Hamzah dari Yordania (Foto: Reuters)
A
A
A

AMMAN -  Pangeran Hamzah bin al-Hussein, mantan pewaris takhta Yordania yang ditempatkan di bawah tahanan rumah tahun lalu, mengumumkan pada Minggu (3/4) bahwa ia melepaskan gelar kerajaannya sebagai protes atas kebijakan Yordania saat ini.

Dalam surat yang dipublikasikan di akun Twitter-nya, Hamzah mengatakan apa yang dia saksikan dalam beberapa tahun terakhir membuatnya sulit untuk mendukung kebijakan yang ditempuh oleh lembaga-lembaga Yordania.

"Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa keyakinan dan prinsip pribadi saya yang ditanamkan ayah saya (almarhum Raja Hussein) dalam diri saya tidak sejalan dengan jalan, arahan, dan metode modern dari institusi kami," tulisnya.

Hamzah, 42, diangkat sebagai Putra Mahkota ketika Raja Hussein meninggal pada 1999 dan Abdullah menjadi raja, tetapi kehilangan gelar itu lima tahun kemudian ketika Abdullah mengangkat putranya sendiri sebagai ahli waris.

Baca juga: Mantan Ratu Yordania: Raja Abdullah Belum Bebaskan Pangeran Hamzah

Pernyataannya pada Minggu (3/4) itu mengatakan dia akan terus melayani Yordania dalam kehidupan pribadinya, tanpa menyebut raja atau peran masa depan untuk dirinya sendiri.

Baca juga: Usai Konflik, Raja Abdullah dan Pangeran Yordania Tampil Bersama

Pernyataan yang dirilis pada hari pertama bulan suci Ramadaan itu dipenuhi dengan istilah-istilah agama yang mungkin menarik bagi orang-orang Yordania konservatif yang dukungannya terlihat telah dirayu Hamzah selama bertahun-tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement