Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mampu Mendarat di Air, Helikopter TNI AU Karya Anak Bangsa Ini Tak Kalah dengan Apache

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 04 April 2022 |19:29 WIB
Mampu Mendarat di Air, Helikopter TNI AU Karya Anak Bangsa Ini Tak Kalah dengan Apache
Jenderal Dudung Abdurachman naik Apache/ dok TNI AD
A
A
A

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali diperkuat dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru. Setelah sebelumnya membeli 6 jet tempur multi-peran asal Prancis, Dassault Rafale. TNI AU memiliki helikopter full combat SAR mission EC-725 buatan PT. Dirgantara Indonesia (PT DI).

(Baca juga: Jenderal Dudung Ungkap Pengalaman Terbangkan Helikopter Canggih Apache)

Helikopter tempur terbaru karya anak bangsa ini juga tidak kalah canggihnya dengan helikopter jenis AH-64E Apache milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad).

Mengutip lama resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Senin (4/4/2022)  Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 dapat digunakan untuk berbagai macam misi, seperti troops transport, search and rescue serta dapat digunakan untuk bertempur karena dilengkapi dengan persenjataan lengkap.

(Baca juga: Kisah Pesawat Tempur Perang Dunia II Warisan Dai Nippon Pengawal Kemerdekaan RI)

Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 telah tersertifikasi Sea State 6, dan memiliki pelampung di bagian bawah untuk kondisi emergency yang mengharuskan mendarat di laut atau perairan. Pelampung ini dapat berkembang secara otomatis pada kondisi emergency dengan kecepatan pesawat terbang 150 knot.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement