Setidaknya satu saksi mengatakan kepada AFP menyaksikan tentara Rusia menembak seorang pria dengan darah dingin di Bucha.
Rusia telah mengklaim bahwa gambar yang disajikan oleh pihak berwenang Ukraina untuk menunjukkan telah terjadi pembantaian di Bucha adalah palsu, atau bahwa kematian terjadi setelah tentara Rusia ditarik keluar dari daerah tersebut.
Itu belum memberikan bukti, dan citra satelit telah menunjukkan mayat di sana selama berminggu-minggu, sebelum Moskow menarik pasukannya dari kota.
"Anda hanya melihat apa yang mereka tunjukkan kepada Anda. Anda tidak dapat mengabaikan inkonsistensi mencolok dalam versi peristiwa yang dipromosikan oleh media Ukraina dan Barat,” lanjutnya.
Dia juga membantah tuduhan Zelensky tentang deportasi massal.
“Sejak invasi dimulai, lebih dari 600.000 orang telah dievakuasi ke Rusia, termasuk lebih dari 119.000 anak-anak,” ujarnya.
Dia mengatakan evakuasi itu "sukarela," bukan "pemaksaan atau penculikan."
Diketahui, Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, memicu kemarahan di seluruh dunia dan menggusur jutaan warga Ukraina.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.