Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Benny Moerdani, "Anak Emas" 2 Presiden yang Kesepian di Usia Senja

Alyssa Nazira , Jurnalis-Rabu, 06 April 2022 |06:08 WIB
Benny Moerdani,
Benny Moerdani
A
A
A

SEJAK Benny Moerdani kembali bisa berjalan setelah sebelumnya terkena stroke, kembali wira-wiri bertemu kawan-kawannya sesama purnawirawan TNI, meski harus menyeret kakinya ketika berjalan. Kadang ia bepergian ditemani asistennya, kadang dijemput Laksamana TNI Purnawirawan Muhammad Arifin, mantan Kepala Staf Angkatan Laut.

Arifin juga kerap mengajak Benny ke tempat-tempat pasukan tempur. Untuk melihat tank, perwira, tamtama, dan bintara yang gagah-gagah di sana. Melihat hal-hal tersebut, wajah Benny berseri-seri.

Kendati tak lagi jelas jika berbicara, Benny kerap tersenyum kecil. Apalagi jika dipapah, melongok ke hangar pesawat.

"Memang di situlah dunia beliau," kata Arifin dalam buku LB Moerdani: Pengabdian tanpa Akhir.

Beberapa tahun sebelumnya Benny merupakan anak emas dua presiden, yaitu Presiden Soekarno dan Soeharto. Benny pernah menyelesaikan konfrontasi dengan Malaysia, jadi diplomat di Korea Selatan, membenahi organisasi intelijen, sampai akhirnya melejit bak roket menjadi jenderal bintang empat.

Namun, di usia senjanya, Benny kesepian. "Setelah pensiun, teman saya cuma itu-itu juga (tentara)," ucap Arifin kepada Benny, suatu ketika. Dengan nada datar dan tanpa senyum, Benny mengiyakan. "Itu betul."

Benny tak punya kantor dan tak jadi komisaris seperti banyak kawannya sesama pensiunan militer. Ia menghabiskan banyak hari akhirnya untuk mengobrol dengan kawan-kawannya di CSIS, seperti Harry Tjan Silalahi, Clara, dan Jusuf Wanandi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement