Share

4 Negara yang Paling Sering Demonstrasi, Amerika Serikat Juaranya

Ajeng Wirachmi, Litbang Okezone · Rabu 13 April 2022 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 18 2577741 4-negara-yang-paling-sering-demonstrasi-amerika-serikat-juaranya-jMvQUFpaga.jpg Ilustrasi aksi demonstrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Masyarakat dapat mengutarakan aspirasinya kepada pemerintah dalam bentuk demonstrasi (unjuk rasa) atau aksi damai. Ada beberapa negara di dunia yang tercatat sering sekali terjadi demonstrasi. Jumlah masyarakat yang berpartisipasi pun sangat banyak, hingga mencapai 26 juta orang. Berikut adalah 4 negara yang sering terjadi demonstrasi.

1. Amerika Serikat (AS)

Amerika Serikat adalah negara besar dengan jumlah penduduknya yang mencapai 334 juta orang di tahun 2022. Hal tersebut diketahui dari data terbaru yang dipublikasi oleh Worldometer. Masyarakat AS juga terkenal sangat kritis dan kerap mengkritik kebijakan pemerintah atau isu yang tengah ramai menjadi perbincangan.

Melansir laman Carnegie Endowment for International Peace, sepanjang 2020 sudah ada 4 protes atau demonstrasi besar dengan peserta lebih dari seribu orang. Bahkan, aksi protes terhadap rasisme atau Black Lives Matter di bulan Mei 2020 berhasil membuat 15 sampai 26 juta rakyat AS turun ke jalan.

Baca juga: Foto-Foto Aksi 11 April di Depan Gedung DPR 

2. China

Hong Kong adalah salah satu wilayah di China yang paling sering terjadi demonstrasi atau aksi protes. Mengutip Guardian, jumlah demonstrasi yang dilakukan masyarakat Hong Kong di tahun 2016 mencapai lebih dari 13 ribu kali. Tidak sampai di situ, protes yang dilayangkan oleh warga Hong Kong juga kembali terjadi di tahun 2020. Ratusan orang menentang rencana baru Beijing yang akan segera memberlakukan undang-undang keamanan di Hong Kong.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Penundaan Pemilu

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

3. Inggris

Negara selanjutnya yang juga masif akan aksi protes atau demonstrasi adalah Inggris. The Conversation menyebut, ada 280 aksi protes masyarakat yang dilaporkan sepanjang tahun 2019. Sementara itu, menilik jauh lagi ke belakang tepatnya di tahun 2010, masyarakat melakukan protes sebanyak 154 kali. Selama tahun 2010-an, ada beberapa kelompok masyarakat yang kerap melakukan protes. Mereka adalah pekerja kereta api, pemadam kebakaran, dan sopir. Di tahun 2019, aksi protes didominasi oleh sopir taksi, para pegawai atau pekerja museum, dan pegawai kereta api. Tak ketinggalan pula, para profesional. Pengacara melakukan protes lantaran adanya pemotongan bantuan hukum, sementara dokter muda yang mempertanyakan adanya perubahan kontrak kerja.

4. Prancis

Sepanjang tahun 2018 hingga 2021, tercatat ada 10 aksi protes besar yang dilakukan oleh masyarakat Prancis. Warga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut berkisar antara seribu hingga 160.000 orang. Seperti yang terjadi pada Agustus 2021. Melansir France24, 160 ribu warga Prancis melakukan aksi protes di seluruh penjuru negeri. Mereka tidak setuju atas kebijakan pemerintahnya yang mengharuskan masyarakat menggunakan kartu vaksin untuk mengakses fasilitas publik. Hal itu dinilai tidak adil, karena masih banyak masyarakat yang belum divaksinasi. Pihak berwenang sendiri mencatat adanya 222 protes yang terjadi di bulan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini