JAKARTA - Misteri jas almamater mirip sebuah perguruan tinggi atau kampus yang digunakan Abdul Latip saat mengeroyok Ade Armando dalam demo 11 April di Gedung DPR/MPR , akhirnya terungkap.
Jas mirip almamater itu ternyata bukan dari sebuah perguruan tinggi. Melainkan logo milik Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, organisasi massa di daerah Selatan Sukabumi, Jawa Barat.
(Baca juga: Diduga Keroyok Ade Armado, Abdul Latip Jago Bela Diri Asal Sukabumi)
Lantas, apa alasan Abdul Latip menggunakan jas tersebut saat pukuli Ade Armando?
Berdasarkan keterangan dari orangtuanya, Abdul Latip berangkat dari rumah dengan tujuan ke Jakarta pada hari Minggu pagi dengan menggunakan sepeda motor. Sebelumnya ia terlebih dahulu pergi ke Surade, kemudian dari Surade langsung ke Jakarta beserta rekan-rekannya.
(Baca juga: Dirampas Pengeroyok, Driver Ojol Berhasil Kembalikan Handphone Ade Armando)
Sementara itu salah satu warga Tegalbuleud Yudiansyah (39) mengatakan bahwa sepengetahuannya benar Abdul Latip merupakan warga Panaruban Kaler RT 07/01, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, persis apa yang ditulis dalam foto yang beredar.
"Keseharian Abdul Latif tidak memiliki aktivitas khusus, paling hanya bertani di sawah. Sebelumnya ia pesantren di Banten dan aktif di organisasi kemasyarakatan dan mempelajari ilmu bela diri," ujar Yudiansyah beberapa waktu lalu.
Abdul Latip merupakan salah satu dari tersangka pengeroyokan Ade Armando. Keenam orang yang ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya itu adalah Muhammad Bagja, Komar , Dhia Ul Haq , Ade Permana, Abdul Latip dan Abdul Manaf. Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap Abdul Latip dan dua tersangka lainnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, Saat ini enam orang pelaku yang sudah teridentifikasi. Dari enam orang tersebut, tiga pelaku sudah berhasil diamankan.
"Polda Metro Jaya berhasil melakukan identifikasi pada pelaku pemukulan Ade Armando. Ada enam orang yang kami jadikan tersangka," kata Zulpan.
Identitas pemukul Ade Armando yang pertama yaitu Muhammad Bagja dan Komar. Bagja ditangkap di Jakarta sedangkan Komar tertangkap di kawasan Jonggol.
Kombes Pol Zulpan melanjutkan, Hasil pemeriksaan awal terhadap Muhammad Bagja, dia melakukan pemukulan karena kesal dengan perkataan Ade Armando di media sosial.
"Bagja sampaikan dalam pemeriksaan yang bersangkutan kesal dengan apa yang disuarakan korban di media sosial," kata Zulpan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.