JAKARTA - Pada malam jelang proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, para tokoh melakukan pertemuan di rumah dinas Laksamana Maeda. Salah satunya adalah membahas mengenai teks proklamasi.
Setelah konsep naskah proklamasi disetujui, rumusan itu harus diketik terlebih dulu sebelum diajukan kepada para anggota PPKI dan lainnya yang menunggu di ruang tengah.
Soekarno menyuruh orang kepercayaannya Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi dengan rapi. Sayangnya mesin ketik di sana berhuruf hiragana dan bukan latin. Demikian dilansir dari Indonesia.go.id.
Asisten rumah tangga Laksamana Maeda dan satu-satunya perempuan malam itu, Satsuki Mishima pun berinisiatif. Menembus udara dingin menjelang subuh di Menteng dengan memakai jipnya, ia pergi ke kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) di Gedung Koninklike Paaketvard Mastchappij (KPM).