6. Maria Walanda Maramis
Maria Walanda Maramis atau yang bernama asli Maria Josephine Catherine Maramis merupakan pahlawan wanita asal Sulawesi Utara. Ia mengajarkan pengetahuan menyulam, membuat kue, hingga memasak kepada perempuan di lingkungannya. Ia kemudian mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya dan membuka sekolah rumah tangga. Sekolahnya itu menampung para perempuan pribumi dari berbagai kalangan. Tak hanya memperjuangkan lewat pendidikan, ia juga cukup vokal terkait kesetaraan gender. Maria Walanda Maramis meninggal pada 22 April dan diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 20 Mei 1969 melalui SK Nomor 012/TK/1969.
7. Nyai Ahmad Dahlan
Nyai Ahmad Dahlan adalah istri KH Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah. Nyai Ahmad Dahlan, bernama lengkap Siti Walidah, lahir di Yogyakarta. Ia merupakan sosok yang mengobarkan semangat kepada generasi muda untuk berjuang demi Tanah Air. Ia termasuk tokoh penting dalam Muhammadiyah dan Aisyiyah. Perjuangannya untuk Tanah Air di antaranya adalah menyelenggarakan sekolah-sekolah putri, memberantas buta huruf bagi orang lanjut usia, dan penyelenggaraan rumah untuk anak orang miskin. Atas jasa-jasa Nyai Ahmad Dahlan, pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional pada 22 September 1971 melalui SK Nomor 042/TK/1971.
8. Hajjah Rasuna Said
Hajjah Rasuna Said merupakan perempuan pahlawan pejuang kemerdekaan asal Sumatera Barat. Perjuangan Rasuna dilakukannya di bidang politik dan pendidikan. Dalam bidang politik, ia aktif di Sarekat Rakyat sebagai sekretaris dan kerap berpidato mengenai penindasan pemerintahan Belanda. Dalam bidang pendidikan, Rasuna Said mengajar di sekolah-sekolah dan mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia. Ia juga mendirikan sekolah pendidikan khusus wanita Perguruan Tinggi. Atas keberanian dan jasa Rasuna Said, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 14 Desember 1974 melalui SK Nomor 084/TK/1974.